Jalur Alternatif Pandaan–Trawas Jadi Jebakan Maut, Dua Kecelakaan Terjadi dalam Sepekan! Warga Desak Pemprov Bergerak

3ef91cc8 ed0b 48c8 baeb dabc87607161

Pasuruan,Kabar99news.com,— Keselamatan pengguna jalan yang melintas di jalur alternatif Pandaan–Trawas, tepatnya di Desa Sumber Gedang, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, kini berada dalam ancaman serius. Kerusakan parah akibat robohnya dinding penahan jalan membuat sebagian badan jalan tergerus dan menyempit.

Kondisi tersebut semakin mengkhawatirkan karena jalur yang memiliki kontur naik-turun serta tikungan tajam itu kini menyisakan titik-titik berbahaya. Lubang dan bagian jalan yang tergerus disebut sulit terlihat, terutama pada malam hari karena minimnya penerangan.

Warga bahkan menyebut kondisi tersebut layaknya “jebakan maut” bagi pengendara yang tidak mengetahui adanya kerusakan.

Kepala Dusun setempat, Abdul Latif, saat ditemui di lokasi pada Selasa (18/8/2026), mengungkapkan bahwa penyempitan badan jalan membuat kendaraan kesulitan ketika harus berpapasan.

Situasi dinilai semakin berbahaya ketika kendaraan, terutama kendaraan besar, melintas dari arah jalan menurun.

“Kami sebagai warga sering kali mendapat laporan dan menyaksikan langsung kecelakaan di sini. Bahkan sudah dua kali terjadi kecelakaan berturut-turut dalam minggu ini,” ungkap Abdul Latif.

Menurut Abdul Latif, warga sebenarnya telah berupaya memberikan peringatan kepada pengguna jalan dengan memasang tali rafia sebagai penanda bahaya di sepanjang bagian jalan yang berlubang pada dua titik lokasi.C486f971 c26c 4ca8 aac5 b95c0e948d21

Namun, upaya tersebut belum sepenuhnya mampu mencegah kecelakaan.

“Kami sebagai warga berusaha semaksimal mungkin memberi tanda bahaya menggunakan tali rafia sepanjang jalan yang berlubang di dua lokasi agar pengendara bisa hati-hati saat melintas. Namun masih saja terjadi kecelakaan,” jelasnya.

Dampak kecelakaan yang terjadi juga tidak dapat dianggap sepele. Korban dilaporkan harus mendapatkan penanganan medis di rumah sakit akibat luka-luka yang dialami.

Warga Desak Perbaikan Jangan Tunggu Korban Jiwa

Kerusakan yang belum tertangani secara permanen tersebut memicu keresahan sekaligus kritik dari masyarakat. Tanah yang terus tergerus bahkan telah memakan sebagian badan jalan sehingga ruang bagi kendaraan semakin terbatas.

Mewakili warga dan pengguna jalan, Abdul Latif mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Timur, khususnya instansi yang memiliki kewenangan terhadap pengairan dan jalan, agar segera turun ke lapangan.

Ia meminta Dinas Pengairan Provinsi serta Dinas PU Bina Marga kabupaten pasuruan segera melakukan pengecekan dan penanganan terhadap dua titik yang dinilai paling rawan.

“Harapan kami, Dinas Pengairan Provinsi dan PU Bina Marga segera meninjau dan memperbaiki kembali titik yang tergerus sampai ke tengah jalan ini. Jangan menunggu ada korban jiwa berikutnya di jalur kritis Pandaan–Trawas ini,” tegas Abdul.

Warga berharap pemerintah tidak hanya memasang tanda peringatan sementara, tetapi juga segera melakukan pengamanan serta perbaikan fisik secara permanen.

Pasalnya, jika kondisi tersebut terus dibiarkan, potensi kecelakaan dikhawatirkan semakin besar, terlebih pada malam hari ketika jarak pandang pengendara terbatas.

Kini bola berada di tangan pemerintah dan instansi terkait. Jangan sampai kerusakan jalan yang sudah memakan korban baru ditangani setelah muncul korban berikutnya. Keselamatan pengguna jalan semestinya tidak menunggu tragedi terjadi.(Red)

Leave a Reply