Dinkes Kabupaten Pasuruan Gencarkan Budaya Minum Jamu, Ajak Generasi Muda Hidup Sehat Lewat Kearifan Lokal
Pasuruan,Kabar99news.com, – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Pasuruan terus berupaya menghidupkan kembali budaya konsumsi jamu di tengah masyarakat. Melalui peringatan Hari Jamu Nasional 2026, Dinkes menggandeng Tim Penggerak PKK Kabupaten Pasuruan untuk mengedukasi masyarakat tentang manfaat jamu sebagai bagian dari pola hidup sehat.
Kegiatan yang digelar di Auditorium Mpu Sindok, Kompleks Kantor Bupati Pasuruan, Rabu (3/6/2026) pagi tersebut diikuti ratusan pengurus PKK tingkat kabupaten hingga kecamatan. Mereka diajak mengenal sekaligus mempraktikkan pembuatan berbagai jenis jamu tradisional berbahan dasar empon-empon seperti jahe, temulawak, sinom, hingga beras kencur.
Suasana berlangsung meriah dan penuh antusias. Para peserta tampak aktif mengikuti setiap tahapan pembuatan jamu yang tidak hanya menyehatkan, tetapi juga memiliki cita rasa yang segar dan mudah diterima semua kalangan.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pasuruan, drg. Merita Rusdi Sutejo, turut terlibat langsung dalam proses pembuatan minuman sinom. Ia mengaku senang dapat mempelajari cara mengolah jamu tradisional yang tidak hanya berkhasiat, tetapi juga nikmat dikonsumsi sehari-hari.

“Senang sekali bisa belajar membuat sinom yang rasanya segar namun tetap menyehatkan dan memiliki banyak manfaat bagi tubuh,” ujarnya.
Menurut Merita, keberadaan jamu sebagai warisan budaya bangsa perlu terus diperkenalkan kepada generasi muda. Saat ini, minuman modern seperti kopi dan boba masih lebih diminati dibandingkan jamu tradisional. Padahal, jamu memiliki manfaat kesehatan yang sangat besar karena berasal dari bahan alami yang telah digunakan secara turun-temurun.
Ia menilai edukasi menjadi kunci penting untuk meningkatkan minat masyarakat, khususnya anak muda, agar tidak memandang jamu sebagai minuman kuno, melainkan sebagai bagian dari gaya hidup sehat masa kini.
“Kita harus membuka ruang yang lebih luas agar generasi muda mengenal dan mencintai jamu. Dengan edukasi yang tepat, jamu bisa menjadi pilihan gaya hidup sehat yang membanggakan,” katanya.
Merita juga mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Pasuruan untuk melestarikan budaya minum jamu sebagai bentuk kecintaan terhadap produk lokal sekaligus upaya menjaga kesehatan keluarga.
“Mari menjamu masa depan dengan jamu. Jadikan minum jamu sebagai kebiasaan sehat, lestarikan kearifan lokal, dan bangga menggunakan produk nusantara,” ajaknya.
Sementara itu, Kepala Dinkes PPKB Kabupaten Pasuruan, dr. Arma Roosalina, menjelaskan bahwa peringatan Hari Jamu Nasional bukan sekadar seremoni tahunan. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendorong masyarakat agar lebih mandiri memanfaatkan tanaman obat keluarga (TOGA) yang dapat ditanam di lingkungan rumah.
Menurutnya, pemanfaatan tanaman obat keluarga dapat menjadi langkah sederhana namun efektif dalam menjaga kesehatan dan meningkatkan daya tahan tubuh.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa jamu tidak selalu identik dengan rasa pahit. Banyak olahan jamu yang segar, enak diminum, dan tetap memiliki manfaat untuk menjaga kebugaran tubuh,” jelasnya.
Lebih lanjut, dr. Arma berharap masyarakat dapat memanfaatkan tanaman obat yang ditanam sendiri di pekarangan rumah atau membeli bahan-bahan herbal dari pasar tradisional untuk diolah menjadi minuman sehat bagi keluarga.
Dengan peringatan Hari Jamu Nasional 2026 ini, Dinkes Kabupaten Pasuruan berharap budaya minum jamu semakin berkembang dan menjadi bagian dari gerakan hidup sehat masyarakat. Selain menjaga kesehatan secara alami, upaya tersebut juga menjadi langkah nyata dalam melestarikan warisan budaya Indonesia yang telah diakui dunia.(Adf)

