Empat Anak Harimau Sumatera Lahir di Taman Safari Prigen, Bukti Nyata Keberhasilan Konservasi Satwa Langka
Pasuruan,Kabar99news.com,– Kabar menggembirakan datang dari Taman Safari Indonesia (TSI) II Prigen, Kabupaten Pasuruan. Lembaga konservasi sekaligus destinasi wisata edukasi tersebut kembali menorehkan prestasi dalam upaya pelestarian satwa langka dengan lahirnya empat ekor anak harimau sumatera yang kini menjadi harapan baru bagi keberlangsungan spesies yang terancam punah itu.
Empat anak harimau sumatera tersebut lahir pada 23 Maret 2026 dari pasangan indukan Praja dan Dini. Dari empat anak yang lahir, tiga di antaranya berjenis kelamin jantan dan satu betina. Kelahiran ini menjadi momen istimewa karena merupakan kali kedua indukan Dini berhasil melahirkan setelah sebelumnya melahirkan dua anak harimau bernama Isyana dan Aura pada tahun 2021.
Keberhasilan tersebut semakin memperkuat posisi TSI Prigen sebagai salah satu lembaga konservasi yang aktif menjalankan program pengembangbiakan satwa langka secara berkelanjutan. Dengan tambahan empat bayi harimau ini, koleksi harimau sumatera yang berada di TSI Prigen terus bertambah sebagai bagian dari program pelestarian spesies.
Vice President Life Sciences TSI Group, drh. Bongot Huaso Mulia, mengungkapkan bahwa kelahiran empat anak harimau dalam satu kali persalinan merupakan pencapaian luar biasa. Pasalnya, rata-rata harimau sumatera biasanya hanya melahirkan dua anak dalam satu kali kelahiran.
“Ini menjadi kado yang sangat istimewa bagi kami. Harimau sumatera merupakan satwa asli Indonesia yang populasinya semakin menurun dan menghadapi ancaman kepunahan. Karena itu setiap kelahiran memiliki arti penting bagi masa depan spesies ini,” ujarnya, Rabu (3/6/2026).
Menurut Bongot, proses pengembangbiakan harimau sumatera bukan perkara mudah. Satwa ini dikenal sangat selektif dalam memilih pasangan. Risiko cedera, stres, hingga kegagalan reproduksi kerap menjadi tantangan yang harus dihadapi tim konservasi. Selain itu, menjaga anak harimau agar dapat tumbuh sehat hingga dewasa juga membutuhkan perhatian dan penanganan khusus.
Keberhasilan program breeding tersebut tidak lepas dari kerja sama berbagai pihak, mulai dari perawat satwa yang memantau masa subur indukan, tim dokter hewan yang memastikan kondisi kesehatan satwa, hingga kesiapan kandang yang dirancang aman dan nyaman untuk proses kelahiran.
“Kami terus berupaya meningkatkan program pengembangbiakan harimau sumatera. Target kami minimal ada satu kelahiran setiap tahun sebagai kontribusi nyata dalam menjaga populasi satwa ini,” tambahnya.

Saat ini harimau sumatera menjadi satu-satunya subspesies harimau asli Indonesia yang masih bertahan setelah harimau jawa dan harimau bali dinyatakan punah. Berdasarkan daftar merah International Union for Conservation of Nature (IUCN), harimau sumatera berstatus Critically Endangered atau kritis, yang berarti berada pada tingkat ancaman kepunahan yang sangat tinggi.
Berbagai ancaman masih membayangi keberadaan satwa ikonik Pulau Sumatera tersebut, mulai dari kerusakan habitat akibat alih fungsi lahan, konflik antara manusia dan satwa liar, hingga maraknya perburuan ilegal yang terus mengancam populasinya di alam bebas.
Karena itu, setiap kelahiran harimau sumatera menjadi simbol harapan baru dalam upaya penyelamatan spesies. Tidak hanya menjadi keberhasilan program konservasi di dalam lembaga, tetapi juga pengingat bahwa pelestarian satwa liar membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.
TSI Prigen menegaskan bahwa seluruh harimau sumatera yang berada di bawah pengelolaannya tidak ditujukan untuk kepentingan komersial, melainkan murni sebagai bagian dari program konservasi guna membantu meningkatkan populasi harimau sumatera baik di tingkat nasional maupun global.
Melalui momen bersejarah ini, TSI Prigen mengajak masyarakat untuk semakin peduli terhadap pelestarian satwa liar dan menjaga kelestarian hutan Indonesia sebagai habitat alami harimau sumatera. Sebab, menjaga harimau sumatera berarti turut menjaga keseimbangan ekosistem yang menjadi penopang kehidupan berbagai makhluk hidup lainnya.

