Yayasan GSN Salurkan 100 Becak Listrik untuk Tukang Becak Pasuruan, Wujud Kepedulian Presiden Prabowo kepada Pekerja Lansia

Pasuruan,kabar99news.com,— Kepedulian terhadap masyarakat kecil kembali mendapat perhatian besar melalui langkah nyata Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN). Pada Kamis (11/12/2025), yayasan tersebut menyerahkan 100 becak listrik kepada para tukang becak di Kota Pasuruan dalam sebuah acara yang berlangsung hangat dan penuh haru di Pendopo Kota Pasuruan.
Program ini bukan sekadar penyerahan alat transportasi, tetapi menjadi simbol dukungan bagi pekerja informal yang selama bertahun-tahun menggantungkan hidup pada tenaga fisik. Banyak dari mereka telah berusia lanjut, namun tetap bekerja tanpa memilih menyerah. Melihat kondisi ini, Presiden RI Prabowo Subianto melalui Yayasan GSN memberikan bantuan yang benar-benar menyentuh kebutuhan riil masyarakat bawah.
Kedatangan 100 becak listrik ini menjadi kabar gembira yang sudah lama dinantikan para tukang becak, terutama mereka yang usianya sudah sepuh. Kehadiran becak listrik memberikan harapan baru: bekerja lebih ringan, lebih aman, dan lebih sehat. Tidak sedikit dari mereka yang selama ini mengayuh dengan sisa tenaga demi menghidupi keluarga.
Kini, dengan bantuan ini, para tukang becak bisa menjalankan aktivitas harian tanpa harus khawatir kelelahan berlebihan. Selain itu, becak listrik juga menjadi langkah menuju transportasi yang lebih ramah lingkungan dan tertib
Ketua Yayasan GSN, Nanik S. Deyang, menyampaikan bahwa seluruh becak listrik ini adalah bantuan pribadi Presiden Prabowo Subianto, bukan dana pemerintah.
“Ini hadiah dari Bapak Presiden. Tidak boleh dijual, tidak boleh dipindahtangankan. Bantuan ini murni dari beliau, bukan dari APBN,” tegas Nanik.
Ia juga menambahkan bahwa program ini merupakan bentuk keprihatinan Presiden terhadap para pekerja kecil, terutama mereka yang sudah lanjut usia namun masih harus bekerja keras.

(Gambar/Foto): Ketua Yayasan GSN, Nanik S. Deyang,yang sedang pidato didepan
Menurutnya, masih banyak tukang becak berusia 70–80 tahun yang harus mengayuh sepanjang hari. Bahkan ada penerima yang berusia lebih dari 100 tahun.
Dalam penjelasannya, Nanik menyebut bahwa produksi becak listrik ini terus dilakukan dan ditargetkan mencapai 3.600 unit di seluruh Indonesia.
Bantuan yang diterima Kota Pasuruan menjadi bagian dari tahap pertama program, dan distribusi akan terus berlanjut ke daerah-daerah lain.
Yayasan GSN berkomitmen untuk memastikan distribusi dilakukan secara tepat sasaran, khususnya kepada para tukang becak lansia atau mereka yang memiliki keterbatasan fisik.

(Gambar/Foto):Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo Yang sedang Pidato didepan
Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo, memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Yayasan GSN dan Presiden Prabowo atas perhatian besar yang diberikan kepada warganya.
“Bantuan ini bukan hanya meringankan pekerjaan, tetapi memberikan harapan baru bagi para tukang becak. Kami sangat berterima kasih dan akan memastikan penggunaannya tepat sasaran,” ujar Wali Kota.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh penerima harus memanfaatkan becak listrik dengan benar, tidak menjualnya, dan tetap mematuhi aturan keselamatan lalu lintas.
Wali kota berharap becak listrik nantinya dapat menjadi contoh ketertiban di jalan dan membantu meningkatkan ekonomi keluarga para penerima.
Acara penyerahan dimulai dengan penandatanganan berita acara antara Yayasan GSN, Pemerintah Kota Pasuruan, dan perwakilan tukang becak. Suasana haru terlihat ketika perwakilan tukang becak maju satu per satu untuk menerima secara simbolis becak listrik dan plakat penghargaan.
Selain itu, sebanyak 100 paket sembako juga diserahkan kepada para tukang becak sebagai tambahan bantuan. Banyak dari mereka yang tampak menahan air mata karena tidak menyangka akan menerima bantuan sebesar ini.
Dengan adanya bantuan sembako, becak listrik, dan perhatian dari banyak pihak, para tukang becak merasa dihargai dan diperhatikan setelah sekian lama bekerja dalam kondisi fisik yang menurun.
Program ini diharapkan membawa berbagai dampak positif, antara lain:
1. Meringankan beban fisik pekerja lansia
Becak listrik memungkinkan mereka mengurangi tenaga saat bekerja, sehingga lebih aman dan tidak memforsir tubuh.
2. Meningkatkan pendapatan harian
Dengan tenaga yang lebih ringan, tukang becak bisa melayani lebih banyak penumpang.
3. Mewujudkan transportasi yang lebih ramah lingkungan
Becak listrik tidak menghasilkan emisi dan lebih tertib dalam operasionalnya.
4. Menjaga tradisi becak, tetapi dengan sentuhan modern
Keberadaan becak listrik membuat kendaraan tradisional ini tetap relevan di era modern.
5. Mendorong ketertiban lalu lintas Becak listrik diharapkan menjadi percontohan kedisiplinan berlalu lintas

(Gambar/Foto):Walikota Pasuruan, Wakil Walikota,dan beserta Ketua Yayasan GSN Mencoba Becak Listrik keliling Jalan
Penyaluran 100 becak listrik oleh Yayasan GSN ini tidak hanya menjadi pemberian alat kerja, tetapi juga sebuah pesan moral: bahwa pekerja kecil tetap menjadi perhatian dalam pembangunan bangsa.
Di tengah tantangan hidup para tukang becak yang semakin berat, bantuan ini hadir sebagai bentuk penghargaan dan dukungan nyata agar mereka tetap produktif dan sejahtera.
Dengan harapan besar, warga Pasuruan menyambut baik program ini dan berharap agar bantuan-bantuan seperti ini terus berlanjut ke masa depan.(Adf/Red)

