Target PAD Tembus Rp1,761 Triliun, Pemkab Pasuruan Siapkan Arah Kebijakan APBD 2027 Berbasis Program Prioritas

Screenshot

Pasuruan,Kabar99news.com,– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan mulai menyusun arah kebijakan keuangan daerah untuk Tahun Anggaran (TA) 2027. Salah satu target utama yang dipasang adalah meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga mencapai Rp1,761 triliun sebagai upaya memperkuat kapasitas fiskal dan mendukung percepatan pembangunan.

Target tersebut disampaikan Wakil Bupati Pasuruan KH Shobih Asrori saat membacakan Nota Pengantar Rancangan Kebijakan Umum APBD (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun 2027 dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Pasuruan, Senin (20/7/2026).

Dalam paparannya, Gus Shobih menjelaskan bahwa target PAD sebesar Rp1,761 triliun akan ditopang dari berbagai sumber pendapatan daerah. Kontribusi terbesar berasal dari pajak daerah sebesar Rp1,135 triliun, disusul retribusi daerah sebesar Rp613,17 miliar.

Sementara itu, pendapatan dari hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan ditargetkan mencapai Rp5,25 miliar, sedangkan lain-lain PAD yang sah diproyeksikan sebesar Rp8 miliar.

“Secara keseluruhan, pendapatan daerah Kabupaten Pasuruan pada tahun 2027 dirancang mencapai sekitar Rp3,528 triliun. Pendapatan tersebut terdiri atas PAD, dana transfer pemerintah pusat sebesar Rp1,627 triliun, serta transfer antardaerah senilai Rp138,96 miliar,” ujar Gus Shobih di hadapan anggota DPRD.

Mengedepankan Konsep Money Follows Program

Penyusunan KUA-PPAS 2027 diselaraskan dengan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), sekaligus mengacu pada arah pembangunan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan pemerintah pusat.

Menurut Gus Shobih, pengelolaan anggaran tahun 2027 akan menerapkan prinsip money follows program, yaitu anggaran difokuskan pada program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan sekadar dibagikan berdasarkan rutinitas organisasi perangkat daerah (OPD).

Screenshot

Dengan pendekatan tersebut, setiap rupiah anggaran diharapkan mampu menghasilkan dampak yang lebih besar terhadap kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Lima Prioritas Pembangunan Tahun 2027

Pemkab Pasuruan menetapkan tema pembangunan tahun 2027, yakni:

“Penguatan Pertumbuhan Ekonomi dan Investasi dengan Dukungan Kolaborasi Vertikal dan Horizontal.”

Tema tersebut dijabarkan ke dalam lima prioritas pembangunan, yaitu:

1. Pengentasan kemiskinan ekstrem serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
2. Peningkatan kualitas lingkungan hidup dan penguatan sistem mitigasi bencana.
3. Penguatan iklim investasi melalui kepastian regulasi di sektor-sektor strategis.
4. Pemerataan pembangunan infrastruktur guna meningkatkan konektivitas antarwilayah.
5. Penguatan tata kelola pemerintahan melalui digitalisasi data terintegrasi dan kolaborasi pentahelix.

Belanja Daerah Diproyeksikan Rp4,075 Triliun

Di sisi belanja, Pemkab Pasuruan memproyeksikan kebutuhan anggaran tahun 2027 mencapai Rp4,075 triliun.

Anggaran tersebut dialokasikan untuk:

* Belanja operasi sebesar Rp2,515 triliun.
* Belanja modal sebesar Rp871 miliar.
* Belanja tidak terduga sebesar Rp35 miliar.
* Belanja transfer sebesar Rp653,47 miliar.

Dengan besaran pendapatan dan belanja tersebut, APBD Kabupaten Pasuruan diperkirakan mengalami defisit sekitar Rp546,85 miliar.

Defisit Ditutup Melalui SiLPA dan Pinjaman Daerah

Untuk menutup defisit anggaran, pemerintah daerah menyiapkan skema pembiayaan melalui pemanfaatan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Tahun 2026 sebesar Rp187,35 miliar serta rencana pinjaman daerah senilai Rp363 miliar.

Menurut Gus Shobih, pinjaman tersebut akan digunakan untuk membiayai proyek-proyek strategis yang memiliki dampak jangka panjang terhadap pelayanan publik dan pertumbuhan ekonomi.

Beberapa proyek yang menjadi prioritas antara lain:

* Kelanjutan pembangunan fisik RSUD Purwodadi.
* Penataan kawasan Pasar Wisata Cheng Hoo Pandaan.
* Peningkatan sarana dan prasarana Objek Wisata Pemandian Alam Banyubiru.

“Pemerintah daerah memastikan pinjaman tersebut dialokasikan untuk kegiatan yang produktif dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” jelas Gus Shobih.

Komitmen Mendorong Pembangunan Berkelanjutan

Melalui penyusunan KUA-PPAS 2027, Pemkab Pasuruan berharap arah pembangunan daerah semakin terukur, efektif, dan mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan ke depan. Penguatan kapasitas fiskal melalui peningkatan PAD, didukung pengelolaan anggaran yang berbasis program prioritas, diharapkan dapat mempercepat pembangunan infrastruktur, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta menciptakan iklim investasi yang semakin kondusif di Kabupaten Pasuruan.(Adf)

Leave a Reply