Rutan Bangil Dorong WBP Perempuan Kuasai Keterampilan Menjahit, Jadi Bekal Mandiri Usai Bebas
Pasuruan,Kabar99news.com,— Upaya memperkuat pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) terus dilakukan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bangil. Kali ini, WBP perempuan mendapatkan sosialisasi program pembinaan keterampilan menjahit dari peserta magang Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker).
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Utama Rutan Bangil pada Jumat (2/10/2026), dengan diikuti WBP perempuan secara antusias. Sosialisasi ini menjadi bagian dari pembinaan yang diarahkan agar WBP tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang dapat dimanfaatkan ketika kembali ke tengah masyarakat.
Kegiatan tersebut didampingi jajaran Rutan Bangil dan diwakili Kepala Sub Seksi Pengelolaan, Julianti, bersama staf pembinaan.
Dalam sosialisasi, peserta magang Kemenaker memberikan pemahaman mengenai keterampilan menjahit dan tata busana, termasuk gambaran mengenai dasar-dasar keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif.
Bagi WBP perempuan, keterampilan menjahit dinilai dapat menjadi salah satu pilihan untuk membangun kemandirian. Selain dapat digunakan sebagai bekal untuk membuka peluang usaha, kemampuan tersebut juga dapat dikembangkan melalui berbagai produk tata busana sesuai kemampuan dan kreativitas masing-masing.
Kegiatan tidak hanya berorientasi pada kemampuan teknis. Pembinaan keterampilan juga diharapkan mampu menumbuhkan rasa percaya diri, kreativitas, kedisiplinan serta semangat untuk memiliki kegiatan produktif setelah menyelesaikan masa pembinaan.
Kepala Sub Seksi Pengelolaan Rutan Bangil, Julianti, menyampaikan bahwa pembinaan keterampilan menjadi salah satu bagian penting dalam mempersiapkan WBP sebelum kembali ke lingkungan masyarakat.
Menurutnya, keterampilan yang diperoleh selama berada di Rutan diharapkan tidak berhenti sebagai pengetahuan semata, tetapi dapat dikembangkan menjadi kemampuan yang memberikan manfaat secara ekonomi maupun sosial.
“Pembinaan keterampilan menjahit ini merupakan kegiatan yang positif bagi WBP perempuan. Kami berharap ilmu dan keterampilan yang diperoleh dapat terus dikembangkan sehingga menjadi bekal ketika mereka kembali ke tengah masyarakat,” ujar Julianti.
Kolaborasi dengan peserta magang Kemenaker tersebut sekaligus menunjukkan adanya upaya menghadirkan pembinaan yang lebih aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan WBP.
Rutan Bangil berharap kegiatan semacam ini dapat terus dikembangkan dengan berbagai program keterampilan lainnya. Dengan demikian, masa pembinaan tidak hanya menjadi proses menjalani hukuman, tetapi juga menjadi kesempatan bagi WBP untuk mempersiapkan diri, membangun keterampilan, dan menata masa depan yang lebih produktif setelah bebas.
Rutan Bangil Dorong WBP Perempuan Kuasai Keterampilan Menjahit, Jadi Bekal Mandiri Usai Bebas
PASURUAN — Upaya memperkuat pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) terus dilakukan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Bangil. Kali ini, WBP perempuan mendapatkan sosialisasi program pembinaan keterampilan menjahit dari peserta magang Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker).
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Utama Rutan Bangil pada Jumat (2/10/2026), dengan diikuti WBP perempuan secara antusias. Sosialisasi ini menjadi bagian dari pembinaan yang diarahkan agar WBP tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang dapat dimanfaatkan ketika kembali ke tengah masyarakat.
Kegiatan tersebut didampingi jajaran Rutan Bangil dan diwakili Kepala Sub Seksi Pengelolaan, Julianti, bersama staf pembinaan.
Dalam sosialisasi, peserta magang Kemenaker memberikan pemahaman mengenai keterampilan menjahit dan tata busana, termasuk gambaran mengenai dasar-dasar keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif.
Bagi WBP perempuan, keterampilan menjahit dinilai dapat menjadi salah satu pilihan untuk membangun kemandirian. Selain dapat digunakan sebagai bekal untuk membuka peluang usaha, kemampuan tersebut juga dapat dikembangkan melalui berbagai produk tata busana sesuai kemampuan dan kreativitas masing-masing.
Kegiatan tidak hanya berorientasi pada kemampuan teknis. Pembinaan keterampilan juga diharapkan mampu menumbuhkan rasa percaya diri, kreativitas, kedisiplinan serta semangat untuk memiliki kegiatan produktif setelah menyelesaikan masa pembinaan.
Kepala Sub Seksi Pengelolaan Rutan Bangil, Julianti, menyampaikan bahwa pembinaan keterampilan menjadi salah satu bagian penting dalam mempersiapkan WBP sebelum kembali ke lingkungan masyarakat.
Menurutnya, keterampilan yang diperoleh selama berada di Rutan diharapkan tidak berhenti sebagai pengetahuan semata, tetapi dapat dikembangkan menjadi kemampuan yang memberikan manfaat secara ekonomi maupun sosial.
“Pembinaan keterampilan menjahit ini merupakan kegiatan yang positif bagi WBP perempuan. Kami berharap ilmu dan keterampilan yang diperoleh dapat terus dikembangkan sehingga menjadi bekal ketika mereka kembali ke tengah masyarakat,” ujar Julianti.
Kolaborasi dengan peserta magang Kemenaker tersebut sekaligus menunjukkan adanya upaya menghadirkan pembinaan yang lebih aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan WBP.
Rutan Bangil berharap kegiatan semacam ini dapat terus dikembangkan dengan berbagai program keterampilan lainnya. Dengan demikian, masa pembinaan tidak hanya menjadi proses menjalani hukuman, tetapi juga menjadi kesempatan bagi WBP untuk mempersiapkan diri, membangun keterampilan, dan menata masa depan yang lebih produktif setelah bebas.(Adf)

