Petani Jamur Tiram di Pasuruan Tetap Bertahan Meski Rupiah Melemah, Permintaan Pasar Justru Meningkat

IMG

Pasuruan,Kabar99news.com, – Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat belum memberikan dampak besar terhadap usaha budidaya jamur tiram putih di Kabupaten Pasuruan. Di tengah kondisi ekonomi yang masih fluktuatif, para petani jamur justru mengaku permintaan pasar terus mengalami peningkatan.

Meski begitu, para pelaku usaha mulai merasakan kenaikan harga sejumlah bahan penunjang produksi. Salah satu yang paling terasa adalah harga plastik untuk kebutuhan media tanam atau baglog yang mengalami kenaikan cukup tinggi dalam beberapa bulan terakhir.

Petani jamur tiram putih asal Pasuruan, Rifqi Ramadan mengatakan, hingga saat ini kondisi pasar masih tergolong aman dan stabil. Bahkan, permintaan dari konsumen disebut terus bertambah setiap harinya.

“Kalau dampak langsung dari melemahnya rupiah sebenarnya belum terlalu terasa. Yang cukup terasa justru harga plastik naik hampir 50 persen. Dari pabrik memang sudah naik,” ujarnya, Rabu (20/5/2026).

Menurut Rifqi, plastik menjadi salah satu kebutuhan utama dalam proses budidaya jamur tiram. Kenaikan harga bahan tersebut otomatis membuat biaya produksi ikut membengkak dan memengaruhi keuntungan para petani.

Meski biaya produksi meningkat, usaha budidaya jamur tiram masih dinilai cukup menjanjikan. Tingginya kebutuhan pasar membuat hasil panen petani sering kali belum mampu memenuhi seluruh permintaan konsumen, terutama dari pedagang dan pelaku usaha kuliner.

“Permintaan pasar justru bagus, kadang masih kurang. Panen hampir setiap hari rata-rata sekitar 50 kilogram. Tapi kalau panen raya bisa sampai 100 kilogram,” tambahnya.

Budidaya jamur tiram sendiri menjadi salah satu usaha hortikultura yang terus berkembang di Kabupaten Pasuruan. Selain perawatannya relatif mudah, jamur tiram juga memiliki pasar yang luas karena banyak diminati masyarakat sebagai bahan makanan sehat dan bernilai gizi tinggi.

Sementara itu, Staf Bidang Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Pasuruan, Yuni Susanti menilai sektor hortikultura, termasuk budidaya jamur, masih memiliki prospek yang sangat baik ke depan.

Menurutnya, kebutuhan pasar yang terus meningkat menjadi peluang besar bagi para petani lokal untuk mengembangkan usaha mereka. Namun demikian, pendampingan usaha dan penguatan produksi tetap diperlukan agar pelaku usaha mampu bertahan menghadapi perubahan ekonomi global.

“Potensi budidaya jamur di Pasuruan masih sangat bagus. Karena itu, pembinaan dan penguatan usaha perlu terus dilakukan agar petani bisa berkembang dan tetap bertahan meski kondisi ekonomi berubah,” jelasnya.

Dengan tingginya permintaan pasar serta semangat para petani untuk terus berproduksi, usaha jamur tiram di Kabupaten Pasuruan dinilai masih menjadi sektor pertanian yang cukup menjanjikan dan mampu menopang perekonomian masyarakat lokal.(Adf)

Leave a Reply