Pemkab Pasuruan Tinjau Eks Pasar Gondanglegi Beji, Harapan Baru Pedagang Kecil Mulai Terbuka
Pasuruan,kabar99news.com,–8Pemerintah Kabupaten Pasuruan mulai menunjukkan perhatian serius terhadap keberadaan lahan eks Pasar Gondanglegi di Kecamatan Beji yang selama bertahun-tahun terbengkalai. Keseriusan tersebut ditunjukkan melalui peninjauan langsung ke lokasi eks pasar Gondanglegi Beji pada Selasa (06/01/2026) siang, sekaligus menyerap aspirasi para pedagang yang masih bertahan berjualan di kawasan tersebut.
Eks Pasar Gondanglegi yang berada di jalur strategis Pantura dinilai memiliki potensi besar untuk kembali dihidupkan sebagai pusat ekonomi kerakyatan. Lokasinya yang menjadi salah satu pintu masuk Kabupaten Pasuruan dari arah Tol Gempol menjadikan pasar ini memiliki nilai strategis baik secara ekonomi maupun tata kota.
Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, saat meninjau lokasi menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan melakukan kajian mendalam sebelum menentukan arah pembangunan dan pemanfaatan lahan eks pasar tersebut.
“Kita lakukan kajian terlebih dahulu. Nanti ke depan eks Pasar Gondanglegi ini akan kita apakan,” ujar Bupati Rusdi Sutejo di sela-sela peninjauan.
Ketua Paguyuban Eks Pasar Gondanglegi, Dudung Cahyono, mengungkapkan bahwa para pedagang telah menantikan kepastian pembangunan pasar sejak tahun 2016. Ia berharap pemerintah daerah benar-benar merealisasikan pembangunan pasar tradisional demi meningkatkan kesejahteraan rakyat kecil.
Menurut Dudung, keberadaan pasar tradisional sangat penting karena menyediakan berbagai kebutuhan pokok yang tidak selalu tersedia di toko modern atau swalayan.
“Untuk menyejahterakan rakyat kecil ini, monggo pasar tradisional ini dibangun,” ucapnya.
Dalam peninjauan tersebut turut hadir aktivis pejuang masyarakat kecil, Ayi Suhaya, S.H., selaku Wakil Gubernur LIRA Jawa Timur sekaligus Penasehat Hukum Paguyuban Pasar Gondanglegi Beji Kabupaten Pasuruan. Ia menyampaikan apresiasinya atas langkah Bupati Pasuruan yang dinilai berani dan berpihak pada pedagang kecil.
Ayi Suhaya menegaskan bahwa masyarakat perlu bersabar karena proses pembangunan harus melalui tahapan administrasi dan penganggaran. Ia optimistis rencana pembangunan pasar dapat dikawal bersama agar masuk dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2026 atau paling lambat pada RAPBD 2027.

Sambil menunggu realisasi pembangunan fisik, para pedagang diimbau untuk tetap menjaga kebersihan, keamanan, serta ketertiban, khususnya pengaturan parkir agar tidak mengganggu arus lalu lintas di jalur utama Pantura.
Salah satu pedagang, Anton, menyebut eks Pasar Gondanglegi merupakan ikon pintu masuk Kabupaten Pasuruan. Namun ia mengeluhkan buruknya sistem drainase yang menyebabkan kawasan pasar kerap terendam banjir setinggi lutut saat hujan deras.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Rusdi Sutejo berkomitmen melakukan koordinasi lintas sektor, termasuk pendataan ulang pedagang yang memiliki Kartu Pedagang (KP) asli daerah. Ia menegaskan data pedagang tidak boleh dimanipulasi agar proses normalisasi dan kajian anggaran dapat berjalan tepat sasaran.
Pemerintah Kabupaten Pasuruan berencana memasukkan agenda kajian eks Pasar Gondanglegi dalam anggaran perubahan tahun 2026 atau paling lambat tahun 2027. Selama proses tersebut, pedagang diminta tetap berjualan di dalam area eks pasar serta menjaga ketertiban dan kebersihan lingkungan.“
Harapannya tertib, berdagang dengan baik,dan tetap waspada karena kalau sungai meluap bisa terjadi banjir,” pesan Bupati Rusdi Sutejo menutup peninjauan.(Adf)

