Dinas SDABMBK Pasuruan Bergerak, Sungai Rawan Banjir di Rejoso-Grati Dinormalisasi

IMG

Pasuruan,Kabar99news.com,– Memasuki periode musim hujan, Pemerintah Kabupaten Pasuruan mulai memperkuat langkah antisipasi terhadap potensi banjir. Salah satunya melalui normalisasi sungai di sejumlah wilayah yang selama ini masuk dalam kawasan rawan genangan.

Penanganan tersebut dilakukan Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kabupaten Pasuruan dengan menyasar beberapa titik sungai di wilayah Kecamatan Rejoso dan Grati.

Di Kecamatan Rejoso, normalisasi berlangsung di wilayah Desa Toyaning dan Desa Arjosari. Sementara di Kecamatan Grati, pekerjaan dilakukan di Desa Kedawungkulon dan Desa Kedawung Wetan.

Pekerjaan normalisasi tersebut dilaksanakan oleh CV Gatra Ideal. Dari pantauan di lapangan, proses pengerjaan berjalan cukup lancar dan tidak menemui hambatan berarti.

Perwakilan CV Gatra Ideal, Iqbal, mengatakan pihaknya terus mengoptimalkan pekerjaan agar normalisasi dapat segera selesai sebelum intensitas hujan meningkat.

“Kami upayakan agar penanganan dapat segera tuntas sebelum curah hujan meningkat,” kata Iqbal saat memantau pelaksanaan pekerjaan, Rabu (7/10/2026).

Ia menargetkan pekerjaan di sejumlah lokasi tersebut dapat dirampungkan pada pertengahan Oktober 2026. Percepatan pekerjaan dilakukan sebagai bagian dari upaya mendukung kesiapan sungai menghadapi peningkatan debit air.

Sementara itu, Kabid Sumber Daya Air Dinas SDABMBK Kabupaten Pasuruan, Bensu Roa Priyadi, menjelaskan bahwa normalisasi tidak hanya dilakukan di Rejoso dan Grati.

Sejumlah paket pekerjaan saat ini berjalan secara bersamaan di beberapa wilayah, di antaranya Kecamatan Rejoso, Kraton, Winongan, dan Grati.

Menurut Bensu, wilayah yang memiliki tingkat kerawanan banjir menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Hal tersebut sejalan dengan instruksi Bupati Pasuruan agar penanganan dilakukan secara lebih terarah dan berdasarkan tingkat kebutuhan di lapangan.

“Sesuai instruksi Bupati, daerah yang selama ini berpotensi dan rawan banjir harus menjadi prioritas penanganan normalisasi,” ujarnya.

Bensu menerangkan, kondisi sungai yang mengalami pendangkalan maupun dipenuhi material tertentu dapat mengurangi kapasitas aliran. Situasi tersebut berpotensi membuat debit air tidak mengalir secara optimal ketika hujan dengan intensitas tinggi terjadi.

Karena itu, normalisasi dilakukan sebelum curah hujan meningkat. Dengan kondisi alur sungai yang lebih baik, diharapkan kemampuan sungai dalam menampung sekaligus mengalirkan air dapat kembali optimal.

“Normalisasi juga menjadi upaya pemerintah dalam mengantisipasi genangan di kawasan yang memiliki potensi banjir,” jelasnya.

Ia menambahkan, penanganan tidak dilakukan secara seragam, melainkan menyesuaikan kondisi setiap sungai serta tingkat kerawanan masing-masing wilayah.

Pemerintah Kabupaten Pasuruan berharap pekerjaan tersebut dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mengurangi risiko genangan saat hujan deras.

“Setelah normalisasi, kami berharap aliran air dapat berjalan lebih lancar sehingga sungai mampu mengalirkan debit air dengan lebih baik ketika hujan turun,” pungkas Bensu.(Adf)

Leave a Reply