Pulihkan Diri, Rutan Bangil Gandeng Dua Yayasan Gelar Rehabilitasi Narkoba bagi Warga Binaan
Pasuruan ,Kabar99news.com,– Rutan Kelas IIB Bangil terus memperkuat program pembinaan bagi warga binaan, khususnya mereka yang terlibat perkara penyalahgunaan narkotika. Salah satunya melalui kegiatan rehabilitasi narkoba yang digelar di Aula Utama Rutan Bangil, Selasa (6/10/2026).
Program tersebut menjadi bagian dari upaya membantu warga binaan menjalani proses pemulihan sekaligus membangun kesiapan mental dan sikap sebelum nantinya kembali ke lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, Rutan Kelas IIB Bangil menggandeng Yayasan Nawasena Arsa Indonesia dan Rehabilitasi Sahwahita Nusantara sebagai mitra pendamping rehabilitasi.
Sejumlah warga binaan yang mengikuti program tersebut tampak antusias. Mereka mendapatkan pemahaman serta pendampingan terkait proses pemulihan dari penyalahgunaan narkotika, termasuk pentingnya membangun pola hidup yang lebih sehat dan menjauhi perilaku yang dapat membawa mereka kembali pada persoalan hukum.

Kepala Rutan Kelas IIB Bangil, Yanuar Rinaldi, turut hadir secara langsung dalam kegiatan tersebut. Dalam arahannya, ia menekankan agar para warga binaan tidak menganggap program rehabilitasi hanya sebagai kegiatan selama menjalani masa pidana.
Menurutnya, rehabilitasi harus dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk melakukan perubahan dan mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah bebas.
“Ikuti setiap tahapan rehabilitasi dengan sungguh-sungguh. Jadikan program ini sebagai bagian dari proses perubahan menuju kehidupan yang lebih baik,” pesan Yanuar kepada warga binaan.
Pendampingan dilakukan dengan melibatkan pihak yang memiliki kompetensi serta mitra terkait sesuai dengan kebutuhan program. Materi yang diberikan tidak hanya berkaitan dengan bahaya penyalahgunaan narkotika, tetapi juga diarahkan untuk membantu warga binaan membangun pola pikir, sikap, dan kebiasaan yang lebih positif.
Program rehabilitasi juga diharapkan dapat menjadi ruang bagi warga binaan untuk memahami bahwa proses pemulihan membutuhkan kemauan, kedisiplinan, serta dukungan yang berkelanjutan.
Bagi Rutan Bangil, pembinaan terhadap warga binaan bukan hanya berorientasi pada pelaksanaan masa pidana, tetapi juga bagaimana mereka memiliki bekal untuk menjalani kehidupan secara lebih baik setelah kembali ke masyarakat.
Melalui kolaborasi bersama Yayasan Nawasena Arsa Indonesia dan Rehabilitasi Sahwahita Nusantara, Rutan Bangil berharap program rehabilitasi dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi warga binaan.
Pemulihan bukan sekadar berhenti dari narkoba, tetapi juga membangun kembali pola pikir, tanggung jawab, dan kepercayaan diri untuk memulai kehidupan baru.(Adf)

