Dialog Terbuka Pemkab Pasuruan dengan Pedagang, Pasar Wisata Cheng Hoo Disiapkan Lebih Tertata
Pasuruan,kabar99news.com, – Pemerintah Kabupaten Pasuruan mulai mematangkan rencana penataan Pasar Wisata Cheng Hoo Pandaan dengan cara berdialog langsung bersama para pedagang. Melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag), puluhan pedagang diundang untuk menyampaikan aspirasi mereka, Rabu (22/1/2026).
Pertemuan tersebut menjadi ruang komunikasi dua arah antara pemerintah dan pedagang terkait masa depan kawasan Pasar Wisata Cheng Hoo sebagai salah satu destinasi unggulan Kabupaten Pasuruan. Dalam forum itu, berbagai persoalan lapangan dibahas secara terbuka, mulai dari ketertiban, keamanan, parkir hingga penerangan.
Diskop UKM Perindag tidak datang sendiri. Satpol PP dan Dinas Perhubungan Kabupaten Pasuruan turut dilibatkan agar setiap masukan pedagang bisa langsung dicarikan solusi sesuai kewenangan masing-masing.
Perwakilan pedagang kaki lima, Kerto, menyampaikan bahwa para pedagang pada prinsipnya tidak menolak penataan kawasan pasar wisata. Justru, penertiban dinilai penting agar aktivitas jual beli berjalan lebih nyaman dan tertib.
“Kami mendukung penataan, asalkan dilakukan secara adil dan jelas. Pasar ini akan lebih enak dilihat kalau tertib,” katanya.
Ia menambahkan, kepadatan pengunjung pada akhir pekan kerap menimbulkan persoalan baru, seperti munculnya pedagang liar dan minimnya pengawasan. Selain itu, kondisi penerangan yang kurang maksimal juga menjadi perhatian pedagang.
“Sabtu dan Minggu itu rawan. Perlu ada petugas berjaga, ditambah lampu penerangan di titik yang masih gelap. Soal retribusi juga perlu kejelasan karena sudah beberapa bulan belum ada penarikan,” ujarnya.
Masukan lain datang dari sektor parkir. Koordinator parkir, Pramono, berharap rencana penataan atau revitalisasi ke depan mempertimbangkan kebutuhan lahan parkir yang memadai, mengingat lonjakan pengunjung pada hari libur.
“Kalau weekend, parkiran sering tidak cukup. Ini perlu dipikirkan bersama,” ucapnya.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Kepala Diskop UKM Perindag Kabupaten Pasuruan, Taufiqul Ghony, menjelaskan bahwa pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati Pasuruan setelah melakukan peninjauan langsung ke Pasar Wisata Cheng Hoo.
“Bupati ingin kawasan ini ditata lebih baik karena menyangkut wajah daerah di mata wisatawan. Karena itu, kami memilih duduk bersama agar solusi yang diambil tidak merugikan pihak manapun,” jelasnya.
Terkait retribusi, Ghony menyebut belum adanya penarikan selama beberapa bulan terakhir disebabkan regulasi yang masih dalam proses. Meski demikian, ia mengapresiasi kesadaran pedagang yang tetap menanyakan kewajiban tersebut.
“Retribusi penting untuk PAD, tapi harus sesuai aturan. Kesadaran pedagang ini patut diapresiasi,” katanya.
Ghony juga menegaskan bahwa Pasar Wisata Cheng Hoo merupakan ikon daerah yang harus dijaga bersama. Penataan yang baik diyakini akan memberikan dampak positif, tidak hanya bagi kenyamanan pengunjung, tetapi juga bagi peningkatan pendapatan pedagang.
“Kalau pasar bersih dan tertib, wisatawan nyaman, produk UKM laku, dan ekonomi rakyat bergerak,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pasuruan, Digdo Sutjahjo, memastikan pihaknya siap menindaklanjuti laporan pedagang terkait penerangan dan parkir.
“Jika ada lampu mati atau parkir semrawut, silakan lapor ke Dishub. Kami siap bergerak cepat,” tegasnya.
Melalui dialog ini, Pemkab Pasuruan berharap tercipta sinergi antara pemerintah dan pedagang untuk menjadikan Pasar Wisata Cheng Hoo sebagai kawasan wisata yang tertib, aman, dan berdaya saing.(Adf)

