Remaja 17 Tahun Tewas Tertabrak Kereta Api di Beji Pasuruan, Motor Honda Beat Terpental hingga 100 Meter
Pasuruan(Beji),kabar99news.com, – Kecelakaan tragis terjadi di jalur perlintasan kereta api Km 43+0, petak jalan Kemloko–Beji, Kabupaten Pasuruan, Selasa (3/11/2026) malam. Seorang remaja laki-laki berinisial Ilham (17), warga Dusun Rohkunci, Desa Oro-Oro Wetan, Kecamatan Rembang, meninggal dunia setelah tertemper kereta api penumpang ekonomi.
Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 22.47 WIB. Korban saat itu mengendarai sepeda motor Honda Beat berwarna hitam ketika melintas di jalur rel kereta api.
Berdasarkan laporan Polsek Beji, kejadian bermula sekitar pukul 22.00 WIB. Korban berangkat bersama sejumlah temannya menggunakan dua sepeda motor. Mereka kemudian berhenti di sekitar perlintasan kereta api Km 43+0, petak jalan Kemloko–Beji.
Selanjutnya, korban bersama salah satu rekannya menuju SPBU Cangkringmalang, Kecamatan Beji, untuk membeli bahan bakar jenis Pertalite yang rencananya akan dipindahkan ke dalam jeriken.
Setelah pengisian pertama, korban kembali menuju SPBU seorang diri menggunakan sepeda motor Honda Beat untuk mengambil bahan bakar tambahan.
Namun, saat melintasi jalur kereta api, sebuah kereta penumpang ekonomi PLB 460 C yang melaju dari arah Bangil menuju Surabaya tengah melintas.
Dalam laporan kepolisian disebutkan, seorang saksi bernama Guntur Dwi Alfianto sempat berusaha menghalau dan meneriaki korban agar tidak menyeberangi rel. Klakson kereta juga telah dibunyikan oleh masinis, tetapi korban diduga tidak mendengar peringatan tersebut.
Benturan keras pun tidak dapat dihindari. Korban bersama sepeda motornya terpental hingga diperkirakan sekitar 100 meter dari titik kejadian. Akibat insiden tersebut, Ilham meninggal dunia di lokasi kejadian.
Kereta api tersebut diketahui dikemudikan oleh masinis Lukman Hadi Santoso dengan didampingi asisten masinis M. Afrizal.
Polisi Lakukan Olah TKP
Mendapatkan informasi dari masyarakat sekitar pukul 22.47 WIB, petugas Polsek Beji bersama personel piket lalu lintas Polres Pasuruan segera mendatangi lokasi kejadian.
Petugas kemudian melakukan pengamanan dan penutupan tempat kejadian perkara (TKP), olah TKP, serta meminta keterangan sejumlah saksi untuk mengetahui secara pasti kronologi kecelakaan tersebut.
Jenazah korban selanjutnya dievakuasi oleh petugas ke Rumah Sakit Bhayangkara Watukosek, Kecamatan Gempol, untuk menjalani pemeriksaan medis dan visum.
Dalam laporan kepolisian juga disebutkan bahwa pihak keluarga korban tidak bersedia dilakukan autopsi.
Sejumlah barang milik korban, termasuk pakaian yang dikenakan serta sepeda motor Honda Beat warna hitam, turut diamankan sebagai bagian dari penanganan perkara.
Polsek Beji Lakukan Penyelidikan
Kapolsek Beji, Kompol Ahmad Firman Wahyudi, S.E., S.H., melalui laporan kepada Kapolres Pasuruan menyampaikan bahwa pihaknya telah mengambil sejumlah langkah penanganan, mulai dari mendatangi TKP, mengamankan lokasi, melakukan olah TKP hingga mengumpulkan keterangan para saksi.
Pihak kepolisian juga menyatakan akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mendalami penyebab kecelakaan tersebut.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati ketika melintasi jalur kereta api. Pengendara wajib memastikan kondisi benar-benar aman sebelum menyeberang dan tidak mengabaikan bunyi klakson maupun tanda peringatan kereta.
Keselamatan harus menjadi prioritas. Jangan pernah menerobos perlintasan ketika kereta api sudah mendekat.(Adf)

