Khitan Bahagia 200 Anak Yatim dan Dhuafa, Pemkab Pasuruan Perkuat Nilai Kesetiakawanan Sosial di HKSN 2025

Pasuruan,kabar99news.com,— Peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) Tahun 2025 di Kabupaten Pasuruan tidak sekadar menjadi agenda seremonial. Melalui kegiatan Khitan Bahagia bagi 200 anak yatim dan dhuafa, Pemerintah Kabupaten Pasuruan menghadirkan wujud nyata kepedulian sosial yang langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, khususnya anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Bertempat di Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti, Minggu (21/12/2025), kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan. Raut bahagia tampak jelas dari wajah anak-anak yang mengikuti khitan, didampingi orang tua dan wali yang hadir dengan harapan besar akan masa depan anak-anak mereka.
Wakil Bupati Pasuruan H.M. Shobih Asrori dalam sambutannya menegaskan bahwa khitan tidak hanya dimaknai sebagai kewajiban agama, namun juga sebagai bagian dari pembentukan karakter dan kesehatan anak sejak dini.
“Khitan adalah proses membersihkan diri dari hal-hal yang tidak suci, sekaligus ikhtiar menjaga kesehatan. Kami berharap anak-anak yang dikhitan hari ini kelak tumbuh menjadi pribadi yang sehat, berakhlak mulia, berbakti kepada orang tua, serta mampu memberi kontribusi positif bagi nusa dan bangsa,” ujar Shobih Asrori.

(Gambar/Foto): Wakil Bupati Pasuruan,Shobih Asrori, tengah meninjau langsung proses khitan massal dalam kegiatan Khitan Bahagia bagi anak yatim dan dhuafa.
Ia juga menekankan bahwa kehadiran orang tua dalam mendampingi anak-anaknya saat proses khitan menjadi simbol kuat ikatan keluarga dan tanggung jawab bersama dalam mendidik generasi penerus.
“Bahagia itu bukan hanya milik anak-anak yang dikhitan, tetapi juga orang tua yang hari ini menyaksikan anaknya melangkah ke fase kehidupan yang lebih matang,” tambahnya.
Lebih lanjut, Shobih Asrori berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, organisasi sosial, dan lembaga profesi dapat terus diperkuat agar program-program sosial yang menyentuh masyarakat akar rumput dapat berkelanjutan.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pasuruan, Fathurrahman, menyampaikan bahwa kegiatan khitan massal ini merupakan bagian dari strategi Dinas Sosial dalam memperluas jangkauan pelayanan sosial bagi kelompok rentan.
“Sebanyak 200 anak yang mengikuti khitan ini berasal dari keluarga yatim dan dhuafa. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi anak-anak untuk mendapatkan layanan kesehatan yang layak,” jelas Fathurrahman.
Ia menambahkan, HKSN menjadi momentum penting untuk menumbuhkan kembali semangat gotong royong dan empati sosial di tengah tantangan kehidupan masyarakat saat ini.
Dukungan tenaga medis profesional juga datang dari Himpunan Penyunanat Plasma Energi Indonesia (HPPEI). Ketua HPPEI, Dr. Aris Wahyudi Santoso, menegaskan komitmen pihaknya dalam mendukung kegiatan sosial berbasis kesehatan yang aman, humanis, dan bermutu.
“Kami hadir bukan hanya untuk melakukan tindakan medis, tetapi juga memastikan anak-anak merasa aman, nyaman, dan tidak takut. Khitan yang dilakukan dengan metode yang tepat akan membantu proses pemulihan berjalan lebih baik,” ungkap Dr. Aris Wahyudi Santoso.
Menurutnya, kegiatan khitan massal seperti ini tidak hanya memberi manfaat kesehatan, tetapi juga memperkuat rasa percaya diri anak dan meringankan beban ekonomi keluarga.
Melalui kegiatan Khitan Bahagia ini, Pemerintah Kabupaten Pasuruan berharap nilai-nilai kesetiakawanan sosial, kepedulian, dan kebersamaan tidak berhenti pada peringatan HKSN semata, melainkan terus tumbuh dan menjadi budaya dalam kehidupan bermasyarakat.

