Kapolres Pasuruan Kota Jalan Kaki Temui Awak Media, Kenalkan Patroli PASKOT S.A.E. untuk Cegah Gangguan Kamtibmas

B67e3032 477f 4497 83c2 e8b0c6ca85a8

Kota Pasuruan,Kabar99news.com,— Suasana penuh keakraban mewarnai pertemuan Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Arief Ardiansyah Prasetya, S.I.K., S.H., M.H., bersama sejumlah awak media di Cafe TD, seberang jalan depan Mapolres Pasuruan Kota, Rabu (2/9/2026) siang.

Ada pemandangan menarik dalam pertemuan tersebut. Kapolres Arief memilih berjalan kaki seorang diri dari Mapolres menuju lokasi pertemuan, tanpa pengawalan. Sikap sederhana dan humanis itu mendapat apresiasi dari para jurnalis yang hadir.

Pertemuan yang awalnya berlangsung dalam suasana formal pun berubah menjadi obrolan santai. Kapolres membuka ruang komunikasi secara langsung dengan insan pers untuk menyampaikan masukan, kritik, hingga keluhan terkait pelayanan dan kinerja kepolisian di wilayah hukum Polres Pasuruan Kota.

Dalam diskusi tersebut, perhatian wartawan kemudian mengarah pada strategi Polres Pasuruan Kota dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

AKBP Arief memaparkan salah satu program inovasi yang menjadi andalannya, yakni PATROLI PASKOT S.A.E., yang merupakan singkatan dari Sigap, Amanah, dan Empati.

Program ini diarahkan untuk meningkatkan frekuensi patroli menggunakan mobil dinas Backbone, khususnya pada malam hingga dini hari. Kendaraan patroli akan menyusuri sejumlah wilayah yang dianggap rawan dengan rotator biru menyala sebagai bagian dari upaya menghadirkan polisi di tengah masyarakat.

Konsep yang dibangun bukan sekadar menunggu laporan ketika gangguan keamanan sudah terjadi. Polisi didorong untuk hadir lebih awal, membaca potensi kerawanan, melakukan pencegahan, sekaligus membangun komunikasi dengan masyarakat.

Tiga prinsip utama PASKOT S.A.E. menjadi landasan dalam pelaksanaan patroli.

SIGAP, yakni cepat melihat, menilai, bertindak, dan merespons potensi gangguan di lapangan.

AMANAH, yaitu menjalankan tugas secara profesional, disiplin, akuntabel, serta penuh tanggung jawab.

Sedangkan EMPATI menekankan pendekatan persuasif, santun, humanis, dan kemampuan memahami kondisi masyarakat.

Patroli malam nantinya akan dioptimalkan di sejumlah lokasi yang dinilai memiliki potensi kerawanan, mulai dari kawasan pertokoan, ruas jalan yang rawan digunakan untuk balap liar, hingga titik-titik yang menjadi tempat berkumpulnya warga.

Namun langkah preventif Polres Pasuruan Kota tidak berhenti pada patroli.

Salah satu perhatian serius kepolisian adalah persoalan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan peredaran kendaraan bodong.

Untuk mempersempit ruang gerak pelaku, kepolisian berencana melakukan pendataan terhadap bengkel-bengkel kendaraan yang beroperasi di wilayah Kota Pasuruan.

Langkah tersebut diharapkan dapat membantu kepolisian mendeteksi lebih dini kendaraan yang mencurigakan sekaligus memperkuat pengawasan terhadap aktivitas yang berpotensi berkaitan dengan tindak pidana kendaraan bermotor.

Pelaksanaan program juga akan melibatkan sinergi sejumlah satuan, mulai dari Samapta, Satuan Lalu Lintas, URC Reskrim, hingga Polsek jajaran.

Dengan pola tersebut, kepolisian tidak hanya mengandalkan penindakan setelah kejadian, tetapi memperkuat strategi pencegahan dengan meningkatkan kehadiran polisi di lapangan.

Kapolres Pasuruan Kota menegaskan bahwa inti dari program PASKOT S.A.E. adalah menciptakan rasa aman sebelum masyarakat mengalami gangguan keamanan.

“Polisi hadir sebelum gangguan terjadi, masyarakat merasa aman sebelum meminta pertolongan, dan potensi gangguan dapat dicegah sebelum berkembang,” pungkasnya.

Pertemuan dengan awak media tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya komunikasi dua arah antara kepolisian dan pers. Kritik maupun masukan dari wartawan diharapkan menjadi bagian dari evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan Polres Pasuruan Kota kepada masyarakat.(Adf)

Leave a Reply