30 Oktober–13 November 2026, KAI Perbaiki Rel Bangil–Pasuruan, Kecepatan Kereta Ditargetkan Naik Jadi 110 Km/Jam

7940ac02 e9ca 41c9 a266 05ebc28e5800

Pasuruan,Kabar99news.com, – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 9 Jember melakukan perbaikan geometri jalur rel di perlintasan sebidang JPL 104 Km 50+511, petak jalan Bangil–Pasuruan (BG–PS). Perbaikan dijadwalkan mulai 30 Oktober hingga 13 November 2026. Pekerjaan ini dilakukan untuk mendukung peningkatan batas kecepatan kereta api dari 70 kilometer per jam menjadi 110 kilometer per jam.

Perbaikan dilakukan dengan menyesuaikan elevasi dan kestabilan jalur rel. Tahapan pekerjaan meliputi pembongkaran aspal, pengurasan balas kotor, pengangkatan rel, penstabilan geometri hingga pengaspalan akhir.

Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menjelaskan, perbaikan tersebut merupakan bagian dari peningkatan kualitas prasarana untuk mendukung keselamatan dan keandalan perjalanan kereta api.

“Peningkatan kualitas jalur tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis, tetapi juga merupakan bagian dari komitmen KAI dalam menjaga keselamatan dan keandalan perjalanan kereta api,” ujarnya.

Sebelumnya, perbaikan geometri di JPL 104 menjadi perhatian setelah ditemukan kondisi rel yang agak ambles. Saat pengujian kereta api dengan kecepatan 110 kilometer per jam, goyangan terasa keras. Kondisi tersebut mendorong perlunya penyesuaian geometri untuk menjaga kestabilan jalur.

KAI Daop 9 Jember kini menyiapkan pekerjaan dengan tahapan teknis yang lebih terperinci. Perbaikan dilakukan pada malam hingga dini hari, sekitar pukul 20.00 hingga 05.00 WIB, untuk menyesuaikan kebutuhan teknis pekerjaan dan meminimalkan dampak terhadap operasional kereta api.

Pekerjaan utama dijadwalkan berlangsung selama tujuh hari, mulai Jumat, 30 Oktober hingga Kamis, 5 November 2026. Tahapannya diawali dengan pembongkaran aspal pada area perlintasan, kemudian pengurasan balas kotor atau penggantian material balas yang kondisinya sudah tidak memenuhi kebutuhan teknis.

Setelah itu, petugas melakukan pengangkatan rel untuk menyesuaikan elevasi jalur sesuai geometri yang direncanakan. Tahap berikutnya adalah penstabilan geometri jalur, guna memastikan kestabilan balas dan tanah pendukung di bawah rel setelah mengalami pengangkatan dan penyesuaian.

Masa penstabilan geometri dijadwalkan berlangsung pada 6–13 November 2026. Setelah kondisi jalur dinilai stabil, pekerjaan dilanjutkan dengan pengaspalan akhir pada area perlintasan.

Cahyo menegaskan, masa penstabilan menjadi bagian penting dari pekerjaan dan tidak bisa diabaikan demi mempercepat penyelesaian permukaan perlintasan.

“Setelah rel diangkat dan geometri jalur disesuaikan, diperlukan masa penstabilan untuk memastikan balas dan tanah pendukung kembali mantap. Pengaspalan akhir dilakukan setelah kondisi jalur memenuhi kebutuhan kestabilan,” jelasnya.

Untuk menjaga kelancaran lalu lintas selama pekerjaan berlangsung, KAI menerapkan pengaturan perlintasan secara bertahap dengan membagi area menjadi tiga segmen, yakni A, B, dan C, yang berkaitan dengan lajur I, II, dan III.

Ketika pekerjaan dilakukan pada Segmen A atau lajur I, kendaraan dapat diarahkan melewati Segmen B dan C atau lajur II dan III. Pengaturan serupa diterapkan menyesuaikan segmen yang sedang dikerjakan.

Dengan skema tersebut, kendaraan diharapkan tetap dapat melintas dari kedua arah selama pekerjaan berlangsung. Namun, pengguna jalan tetap perlu mengantisipasi kemungkinan perlambatan dan kemacetan di sekitar lokasi.

KAI juga bekerja sama dengan Kepolisian dan Dinas Perhubungan setempat untuk membantu pengaturan lalu lintas dan menjaga keselamatan pengguna jalan.

“Kami memahami bahwa pekerjaan di perlintasan dapat memengaruhi kelancaran perjalanan pengguna jalan. Karena itu, pekerjaan dilakukan secara bertahap dengan pengaturan lalu lintas bersama Kepolisian dan Dinas Perhubungan setempat agar akses masyarakat tetap terlayani dengan mengutamakan keselamatan,” ujar Cahyo.

Sebelum pekerjaan dimulai, KAI juga memperkuat penyampaian informasi kepada masyarakat melalui keterlibatan komunitas pecinta kereta api atau railfans.

Sosialisasi keselamatan perlintasan sebidang telah dilakukan pada Minggu, 25 Oktober 2026, oleh KRD9 Korwil Pasuruan di JPL 104 Km 50+511, petak jalan Bangil–Pasuruan.

Dalam kegiatan tersebut, komunitas membagikan brosur berisi informasi rencana perbaikan geometri jalur dan dampaknya terhadap akses jalan. Kegiatan ini juga melibatkan komunitas railfans dari Daop 8 Surabaya, yakni RF Sidoarjo BGS (Barisan Generasi Sepur +4m).

KAI berharap keterlibatan komunitas dapat memperluas jangkauan informasi, baik melalui media sosial maupun edukasi langsung kepada masyarakat.

“Kami mengapresiasi dukungan komunitas railfans yang turut membantu menyampaikan informasi dan mengedukasi masyarakat. Kami berharap masyarakat dapat memahami bahwa perbaikan ini dilakukan untuk mendukung keselamatan dan keandalan perjalanan kereta api,” ungkap Cahyo.

KAI Daop 9 Jember mengimbau masyarakat untuk memperhatikan informasi dan pengaturan lalu lintas di sekitar JPL 104 selama pekerjaan berlangsung. Pengguna jalan diminta mengurangi kecepatan saat mendekati perlintasan, memperhatikan rambu dan petunjuk pengaturan lalu lintas, serta mengikuti arahan petugas di lapangan.

Masyarakat juga diharapkan mengantisipasi kemungkinan perlambatan perjalanan dan mempertimbangkan jalur alternatif apabila diperlukan.

Melalui peningkatan kualitas prasarana, pengaturan lalu lintas, dan edukasi keselamatan, KAI berkomitmen menjaga keandalan perjalanan kereta api sekaligus mendukung keselamatan masyarakat di sekitar jalur rel.(Adf)


 

Leave a Reply