DLH Kabupaten Pasuruan Dorong Komitmen Nyata Perusahaan Tangani Sampah di Desa Kepulungan
Pasuruan,Kabar99news.com, – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan menegaskan pentingnya tindak lanjut nyata dari hasil diskusi lintas sektor terkait pengelolaan sampah di Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol. Kolaborasi antara pemerintah desa, perusahaan, komunitas lingkungan, hingga perguruan tinggi dinilai harus segera diwujudkan dalam bentuk aksi di lapangan, bukan sekadar berhenti pada forum diskusi.
Hal tersebut mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Wujudkan Kolaborasi Antar Pihak bagi Perubahan Sosial dan Lingkungan” yang digelar di Balai Desa Kepulungan, Kamis (18/6/2026).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pasuruan, Nurkholis, menyoroti pentingnya kepastian langkah lanjutan setelah seluruh pihak menyampaikan komitmen dalam forum tersebut. Menurutnya, pengelolaan sampah yang berkelanjutan membutuhkan koordinasi yang jelas agar setiap pihak mengetahui peran dan tanggung jawabnya.
Senada dengan hal itu, Sekretaris Desa Kepulungan, Fahrudin, berharap hasil FGD segera diwujudkan dalam bentuk program yang terukur.
“Tindak lanjutnya seperti apa? Terus grup itu apa sudah terbuat,” ujar Fahrudin.
Ia menjelaskan, Desa Kepulungan memiliki potensi timbulan sampah rumah tangga yang cukup besar sehingga memerlukan dukungan dari berbagai pihak, terutama perusahaan yang beroperasi di wilayah tersebut melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Data pemerintah desa menunjukkan, Dusun Kajang 1 yang dihuni sekitar 615 jiwa menghasilkan sekitar 12,9 ton sampah rumah tangga setiap bulan. Sementara Dusun Kajang 2 dengan 420 penduduk menghasilkan sekitar 8,8 ton sampah per bulan. Adapun Dusun Kabunan yang memiliki 747 jiwa diperkirakan memproduksi sekitar 15,6 ton sampah rumah tangga setiap bulannya.
Besarnya volume sampah tersebut menjadi alasan pemerintah desa mendorong keterlibatan dunia usaha dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
“Program ini diharapkan bisa mendapatkan support dari pabrik-pabrik yang ada di Kepulungan,” kata Fahrudin.
Ia mengungkapkan, salah satu perusahaan yang selama ini telah memberikan dukungan adalah PT Coca-Cola. Melalui program CSR, perusahaan tersebut mendukung pendampingan yang dilakukan Forum Komunikasi Peduli Lingkungan (FKPL) dalam membangun sistem pengelolaan sampah di tingkat masyarakat.
“Support anggarannya dari PT Coca-Cola karena mereka melihat potensi pengelolaan sampah di desa ini cukup besar,” jelasnya.
Selain itu, Pemerintah Desa Kepulungan juga menilai Program Sirsak di Dusun Tamanan yang didampingi Politeknik Negeri Jember (Polije) telah menunjukkan perkembangan positif sebagai salah satu model pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.
Ke depan, pemerintah desa berencana mengajak sekitar 18 perusahaan yang berada di wilayah Kepulungan untuk membangun kemitraan dalam pengelolaan limbah non-B3 yang masih memiliki nilai ekonomis. Langkah tersebut diharapkan mampu mendorong penerapan ekonomi sirkular sekaligus mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).
DLH Kabupaten Pasuruan menilai keberhasilan pengelolaan sampah tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, pelaku usaha, akademisi, dan komunitas lingkungan menjadi faktor penting dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Melalui tindak lanjut yang konkret pasca-FGD, Desa Kepulungan diharapkan mampu menjadi contoh kolaborasi pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat yang tidak hanya berdampak pada pengurangan sampah, tetapi juga membuka peluang peningkatan ekonomi bagi warga.(Adf)

