Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Pasuruan Gencarkan Sosialisasi Tanam Tebu, Bidik Target 1.800 Hektare
Pasuruan,Kabar99news.com,– Pemerintah Kabupaten Pasuruan terus mendorong pengembangan tanaman tebu untuk mendukung target swasembada gula nasional yang menjadi salah satu agenda pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Salah satu langkah yang kini digencarkan adalah mengoptimalkan potensi lahan milik TNI Angkatan Udara (AURI) di sejumlah desa untuk memperluas areal tanam tebu.
Melalui Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Pasuruan, pemerintah daerah melakukan sosialisasi kepada kelompok tani agar peluang tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal. Kabupaten Pasuruan sendiri mendapat alokasi target penanaman tebu seluas 1.800 hektare.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Pasuruan, Ainur Alfia, yang akrab disapa Fia, mengatakan bahwa keberhasilan program tersebut membutuhkan kerja sama antara petani, pabrik gula, dan pihak pengelola lahan.
“Sekarang kami gencar menyosialisasikan penanaman tebu dengan memanfaatkan potensi lahan AURI di beberapa desa. Program ini untuk mendukung swasembada gula nasional. Target 1.800 hektare berpotensi tercapai apabila kelompok tani dan pihak pabrik gula bisa bekerja sama,” ungkap Fia.
Menurutnya, program ini membuka peluang bagi petani untuk mengembangkan komoditas perkebunan yang memiliki prospek ekonomi jangka panjang, terutama di lahan tadah hujan yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Tebu dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan di lahan tersebut. Selain hasil panennya dapat mencapai tonase besar, budidaya tebu juga berpeluang meningkatkan nilai ekonomi lahan apabila dikelola dengan perencanaan dan kemitraan yang tepat.
Petani Berpeluang Mendapat Bantuan Biaya dan Bibit
Untuk mendukung perluasan areal tanam, pemerintah pusat melalui kementerian terkait menyiapkan bantuan berupa Hari Orang Kerja (HOK), biaya pengerjaan atau ongkos kerja, serta bibit tebu unggul secara gratis sesuai ketentuan program.
Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban awal petani dalam memulai budidaya tebu. Dengan demikian, keterbatasan modal tidak menjadi penghambat utama dalam memanfaatkan lahan yang tersedia.
Fia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Pasuruan berperan sebagai fasilitator yang mempertemukan kelompok tani dengan pabrik gula serta pihak yang memiliki kewenangan atas pemanfaatan lahan AURI.
Sementara itu, mekanisme sewa maupun bentuk pemanfaatan lahan akan ditentukan melalui kesepakatan teknis antara kelompok masyarakat dan pihak AURI. Karena itu, kejelasan kerja sama menjadi salah satu hal penting sebelum kegiatan penanaman dilaksanakan.
Kelompok Tani Diminta Tidak Melewatkan Peluang
Pemkab Pasuruan berharap kelompok tani di wilayah yang memiliki potensi lahan segera merespons program tersebut. Sosialisasi terus dilakukan agar petani memahami mekanisme bantuan, pola kemitraan, serta peluang keuntungan dari pengembangan tanaman tebu.
Menurut Fia, dukungan pemerintah perlu diimbangi dengan kesiapan petani dan koordinasi yang baik bersama pabrik gula. Tanpa kerja sama yang kuat, target perluasan lahan akan sulit diwujudkan secara optimal.
Program ini diharapkan tidak hanya membantu meningkatkan produksi tebu, tetapi juga membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat serta mengoptimalkan lahan yang sebelumnya kurang produktif.
Pemkab Pasuruan pun mendorong agar sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, kelompok tani, pabrik gula, dan pihak AURI dapat berjalan berkelanjutan. Dengan persiapan yang matang, target 1.800 hektare diharapkan menjadi kontribusi nyata Kabupaten Pasuruan dalam mendukung swasembada gula nasional.(Adf)

