Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo Menggemparkan, Puluhan Kiai Sepuh di Pasuruan Keluarkan Lima Seruan Penting: Desak Pengusutan Tanpa Pandang Bulu!

Screenshot

Screenshot

Pasuruan,Kabar99news.com, – Mencuatnya dugaan penyadapan secara melawan hukum terhadap Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan sejumlah pihak lainnya menuai keprihatinan dari kalangan ulama. Puluhan kiai sepuh, pengasuh pondok pesantren, dan tokoh agama di Pasuruan pun menyampaikan lima poin seruan penting terkait persoalan tersebut.

Lima seruan itu disampaikan dalam pertemuan silaturahmi sekaligus dialog tertutup yang berlangsung di Pondok Pesantren Bayt Al-Hikmah, Kota Pasuruan, Minggu (8/11/2026) siang.

Sejumlah ulama yang hadir di antaranya Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah/Bayt Al-Hikmah, KH Muhammad Idris Hamid; Pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri, Kiai Fuad; Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan, KH Imron Mutamakkin; serta Ketua PCNU Kota Pasuruan, KH Mukhammad Nailurrohman bersama sejumlah kiai dan ulama lainnya.

Dalam pertemuan tersebut, para ulama menyoroti serius dugaan penyadapan yang disebut menyasar Presiden Prabowo Subianto beserta sejumlah pihak lainnya. Mereka menilai persoalan ini tidak boleh dianggap sepele karena menyangkut kehormatan negara, kepercayaan publik, serta stabilitas kepemimpinan nasional.

Ada lima poin utama yang menjadi sikap bersama para kiai sepuh.

Pertama, menolak dengan tegas segala bentuk pengkhianatan terhadap amanah negara.

Kedua, mendorong Presiden untuk mengambil tindakan tegas dalam memulihkan wibawa dan keutuhan pemerintahan.

Ketiga, mendesak agar dugaan penyadapan diusut secara tuntas serta proses penegakan hukum dilakukan tanpa pandang bulu.

Keempat, meneguhkan kepemimpinan nasional sekaligus menjaga keselamatan negara.

Kelima, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga persatuan, kedamaian, dan ketenteraman bangsa.

Pengasuh Ponpes Bayt Al-Hikmah, KH Muhammad Idris Hamid atau yang akrab disapa Gus Idris, mengatakan bahwa seruan tersebut merupakan bentuk keprihatinan mendalam para kiai sepuh terhadap perkembangan situasi nasional.

Menurutnya, dugaan penyadapan secara melawan hukum terhadap Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah pihak lainnya merupakan persoalan serius yang membutuhkan perhatian serta penanganan secara tepat.

“Kami para kiai sepuh, pengasuh pesantren, dan ulama menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas perkembangan keadaan bangsa, khususnya terungkapnya dugaan penyadapan secara melawan hukum terhadap Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, beserta sejumlah pihak lainnya,” ujar Gus Idris.

Ia menegaskan, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan individu yang diduga menjadi sasaran penyadapan, tetapi juga menyangkut amanah kekuasaan, keselamatan kepemimpinan nasional, kewibawaan negara, hingga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pemerintahan.

Gus Idris juga mengingatkan bahwa penyalahgunaan kewenangan maupun perangkat negara untuk kepentingan yang bertentangan dengan amanah dapat menimbulkan dampak serius terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Apabila kewenangan dan perangkat negara disalahgunakan untuk kepentingan yang menyimpang dari amanahnya, kerusakan yang ditimbulkan dapat menjangkau kehidupan bangsa secara luas,” pungkasnya.

Melalui lima poin seruan tersebut, para kiai sepuh berharap persoalan dugaan penyadapan dapat ditangani secara transparan, profesional, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Mereka juga mengajak masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh berbagai informasi yang belum terverifikasi serta tetap menjaga persatuan dan kondusivitas bangsa di tengah mencuatnya persoalan nasional tersebut.(Adf)

Leave a Reply