Warga Pertanyakan Komitmen PT Veolia Services Indonesia terhadap Lingkungan dan Pemberdayaan Masyarakat Lokal
Pasuruan,Kabar99news.com, – Polemik terkait pengelolaan limbah di PT Veolia Services Indonesia menjadi sorotan setelah seorang warga Desa Pandean mengaku kerja sama pengambilan limbah yang telah berlangsung bertahun-tahun tiba-tiba tidak lagi berjalan. Warga menilai perusahaan perlu memberikan penjelasan secara terbuka agar tidak menimbulkan berbagai persepsi di masyarakat.
Hansim, warga yang sebelumnya mengaku dipercaya mengambil limbah perusahaan sejak awal operasional pabrik, mengatakan hingga kini dirinya tidak pernah menerima pemberitahuan resmi mengenai berakhirnya kerja sama tersebut. Menurutnya, ia justru memperoleh informasi bahwa pengelolaan limbah telah dialihkan kepada pihak dari luar desa.
“Saya tidak pernah menerima surat maupun pemberitahuan bahwa kerja sama dihentikan. Sudah hampir dua bulan menunggu, tetapi malah mendapat kabar limbah diambil pihak dari luar wilayah,” ujar Hansim.
Media berupaya meminta konfirmasi kepada pihak PT Veolia Services Indonesia pada Rabu (15/07/2026). Namun hingga saat itu, pihak manajemen belum dapat memberikan keterangan. Awak media hanya ditemui kepala satuan pengamanan yang menyampaikan bahwa bagian HRD sedang menerima tamu.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan dari sebagian warga mengenai komitmen perusahaan dalam membangun hubungan dengan masyarakat sekitar, terutama terkait peluang ekonomi yang selama ini dinilai turut dirasakan warga.
Sejumlah pihak juga mengaitkan persoalan ini dengan prinsip tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Meski demikian, apakah persoalan pengelolaan limbah dalam kasus ini berkaitan langsung dengan kewajiban CSR merupakan hal yang memerlukan penjelasan dari perusahaan maupun pihak berwenang.
Kepala Desa Pandean, Karim, menyampaikan harapannya agar aktivitas yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat dapat mengutamakan warga setempat.
“Kalau memang memungkinkan, kami berharap pengelolaannya melibatkan warga Desa Pandean. Mereka yang hidup berdampingan dengan perusahaan juga berharap bisa memperoleh manfaat ekonomi,” ujarnya.
Hingga berita ini diterbitkan, PT Veolia Services Indonesia belum memberikan tanggapan resmi terkait alasan perubahan pengelolaan limbah maupun mekanisme penunjukan pihak yang kini menangani kegiatan tersebut. Redaksi membuka ruang hak jawab apabila perusahaan ingin memberikan klarifikasi atau penjelasan lebih lanjut.(Adf)

