Fuji Subagyo Resmi Pimpin Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Pasuruan 2026–2031, Muscab VII Tekankan Kolaborasi Bangun Pariwisata Daerah.
pasuruan,Kabar99news.com,–Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Pasuruan menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) VII yang dirangkaikan dengan pengukuhan ketua terpilih periode 2026–2031. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Royal Senyum Prigen pada Rabu (15/04/2026).
Muscab VII ini menjadi forum tertinggi di tingkat cabang bagi organisasi PHRI dalam menentukan arah kebijakan dan program kerja lima tahun ke depan. Agenda tersebut juga menjadi momentum konsolidasi para pelaku usaha perhotelan dan restoran di Kabupaten Pasuruan dalam memperkuat sektor pariwisata daerah.
Dalam forum tersebut, Fuji Subagyo resmi terpilih dan dikukuhkan sebagai Ketua BPC PHRI Kabupaten Pasuruan untuk masa bakti 2026–2031. Ia dipercaya memimpin organisasi yang menaungi berbagai pelaku usaha di bidang perhotelan, restoran, kafe, hingga usaha jasa makanan dan minuman.
Muscab ini diikuti oleh para anggota PHRI yang memiliki hak suara, di antaranya pemilik maupun General Manager hotel, pengelola restoran, kafe, usaha katering, serta pelaku usaha jasa makanan dan minuman yang telah terdaftar secara resmi sebagai anggota PHRI.
Selain pemilihan ketua, forum Muscab juga membahas penyusunan pokok-pokok program kerja BPC PHRI Pasuruan untuk lima tahun mendatang. Program tersebut dirancang menyesuaikan perkembangan dan kondisi sektor pariwisata daerah, sekaligus merumuskan strategi kerja organisasi baik secara internal maupun eksternal, termasuk sinergi dengan pemerintah daerah serta BPD PHRI Jawa Timur.
Perwakilan Dinas Pariwisata Kabupaten Pasuruan yang diwakili Sekretaris Dinas, Nurul, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada Fuji Subagyo atas amanah baru yang diterimanya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pengurus PHRI sebelumnya atas dedikasi dan kontribusinya selama lima tahun terakhir.
Dalam kesempatan tersebut, pihak Dinas Pariwisata menitipkan tiga agenda penting kepada kepengurusan baru PHRI. Pertama, percepatan sertifikasi CHSE dan halal bagi pelaku usaha pariwisata. Kedua, penguatan pengembangan desa wisata yang didukung homestay serta kuliner lokal. Ketiga, mendorong digitalisasi promosi pariwisata agar potensi wisata Pasuruan semakin dikenal luas.
“Dinas Pariwisata siap menjadi mitra sekaligus fasilitator bagi PHRI. Mari kita perkuat kolaborasi. Jika PHRI kuat, pariwisata Pasuruan akan tumbuh, pendapatan asli daerah meningkat, dan kesejahteraan masyarakat ikut terdongkrak,” ujar Nurul.
Sementara itu, Ketua BPC PHRI Kabupaten Pasuruan terpilih, Fuji Subagyo, dalam pidatonya menyampaikan rasa hormat dan penghargaan kepada ketua serta pengurus demisioner atas capaian kerja selama lima tahun terakhir.
Menurutnya, berbagai pencapaian yang telah diraih oleh kepengurusan sebelumnya menjadi fondasi kuat untuk melangkah lebih maju dalam menghadapi tantangan industri pariwisata yang terus berkembang.
“Amanah ini bukan milik saya pribadi, melainkan amanah seluruh anggota PHRI. Baik dari hotel berbintang, hotel budget, homestay, restoran besar, kafe hingga pelaku UMKM kuliner. PHRI akan kuat jika kita bersatu,” tegas Fuji.

Ia juga menegaskan bahwa kepengurusan baru akan memprioritaskan beberapa program strategis, di antaranya memperkuat solidaritas antaranggota, melakukan pendataan dan digitalisasi keanggotaan, mempercepat sertifikasi CHSE, halal serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia di sektor pariwisata.
Selain itu, PHRI Pasuruan juga akan memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Pasuruan, Dinas Pariwisata, serta PHRI Jawa Timur dalam upaya promosi bersama untuk meningkatkan kunjungan wisata.
Fuji menegaskan bahwa kepengurusan PHRI akan membuka ruang komunikasi seluas-luasnya bagi para anggota.
“Pintu PHRI selalu terbuka untuk kritik, saran maupun masukan. Jika kita kompak, okupansi hotel akan meningkat, restoran semakin ramai, dan pada akhirnya kontribusi sektor pariwisata terhadap PAD daerah juga ikut bertambah,” pungkasnya.(Adf)

