Sinergi Pembinaan di Pasuruan: Rutan Bangil Gandeng LKP Limasan Tingkatkan Keterampilan dan Kemandirian Warga Binaan
Pasuruan,Kabar99news.com,– Upaya meningkatkan kualitas pembinaan bagi warga binaan terus dilakukan Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bangil. Salah satunya melalui sinergi dengan lembaga pelatihan keterampilan, guna memberikan bekal nyata sebelum mereka kembali ke tengah masyarakat.
Pada Jumat (27/02/2026), Rutan Bangil menerima kunjungan LKP Limasan di ruang pendopo rutan. Kunjungan ini bertujuan mengajukan sekaligus membahas program pelatihan dan pembinaan keterampilan yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi warga binaan agar lebih siap secara mental maupun kemampuan kerja saat menjalani masa reintegrasi sosial.
Rombongan disambut langsung oleh Kepala Rutan Bangil, Yanuar Rinaldi, didampingi Kepala Subsi Pelayanan Tahanan, Robi Setiawan Tridesia. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak berdiskusi mengenai konsep pelatihan yang aplikatif, berorientasi pada kebutuhan pasar kerja, serta mudah diterapkan sebagai usaha mandiri setelah bebas nanti.
Program pelatihan yang direncanakan tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga praktik langsung. Dengan pendekatan ini, warga binaan diharapkan mampu menguasai keterampilan produktif yang dapat menjadi sumber penghasilan, sehingga peluang untuk kembali melakukan pelanggaran hukum dapat ditekan.
Selain membahas kerja sama pelatihan, jajaran rutan bersama tim LKP juga meninjau area belakang rutan yang dimanfaatkan sebagai lokasi program ketahanan pangan. Di lokasi tersebut, warga binaan dilibatkan dalam budidaya ikan nila serta penanaman sayur seperti bayam dan pakcoy.

Kegiatan ini tidak sekadar memenuhi kebutuhan pangan internal, tetapi juga menjadi sarana pembinaan karakter, kedisiplinan, serta tanggung jawab melalui aktivitas kerja nyata. Warga binaan diajak memahami proses produksi, mulai dari perawatan hingga panen, sebagai bagian dari pembelajaran kemandirian.
Kepala Rutan Bangil menyampaikan bahwa kolaborasi dengan pihak eksternal menjadi kunci keberhasilan pembinaan yang berkelanjutan. Menurutnya, pelatihan keterampilan dan program ketahanan pangan merupakan langkah konkret dalam menciptakan lingkungan pembinaan yang produktif, humanis, dan berorientasi masa depan.
“Melalui kerja sama ini, kami ingin memastikan warga binaan memiliki bekal keterampilan yang bermanfaat. Program budidaya juga menjadi media pembelajaran agar mereka terbiasa bekerja, mandiri, dan siap kembali ke masyarakat dengan lebih percaya diri,” ujarnya.
Sinergi ini diharapkan menjadi model pembinaan yang tidak hanya berfokus pada masa menjalani hukuman, tetapi juga mempersiapkan kehidupan yang lebih baik setelah bebas, sehingga warga binaan dapat kembali berperan aktif sebagai bagian dari masyarakat.(Adf)

