Jalan Provinsi di Bangil Terus Terendam,Warga Desak Gubernur Jatim Dan Bupati Pasuruans Turun Tangan

IMG

Bangil,Kabar99news.com,— Ruas jalan provinsi penghubung Surabaya–Pasuruan di jalur strategis Jalur Pantura kembali dikeluhkan masyarakat. Setiap turun hujan, badan jalan berubah menjadi genangan air yang tak kunjung surut, memicu kemacetan panjang, merusak infrastruktur, dan membahayakan keselamatan pengendara.Minggu (22/02/2026)

Kondisi ini dinilai bukan persoalan baru, melainkan masalah lama yang terus berulang tanpa penanganan tuntas. Air menggenang hampir di seluruh permukaan jalan karena sistem drainase tidak berfungsi maksimal, ditambah kontur jalan yang lebih rendah sehingga air tidak memiliki jalur pembuangan.

Pengendara roda dua tampak harus mengurangi kecepatan saat melintas, sementara kendaraan besar justru memperparah gelombang air yang menutup lubang-lubang jalan. Situasi ini menyebabkan antrean kendaraan mengular, terutama pada jam sibuk pagi hari.

Jalur Vital Ekonomi, Tapi Minim Perhatian

Ruas ini merupakan akses utama distribusi logistik, pekerja industri, hingga mobilitas antar kota di kawasan Pasuruan–Surabaya. Namun ironisnya, jalan yang berstatus provinsi tersebut justru menjadi langganan genangan setiap musim hujan.

Warga menilai perbaikan yang dilakukan selama ini hanya bersifat sementara. Tambal sulam aspal tidak bertahan lama karena terus terendam air, sehingga kerusakan kembali muncul dalam waktu singkat.

Masyarakat kini menaruh harapan besar kepada Gubernur Jawa Timur dan Bupati Pasuruan agar segera mengambil langkah konkret, bukan sekadar perbaikan sesaat.

Pasalnya, kewenangan jalan provinsi berada di tingkat pemerintah provinsi, sementara dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat daerah. Karena itu, diperlukan koordinasi serius antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Pasuruan.

Masalah Utama yang Harus Segera Dibedah

Dari kondisi lapangan, terdapat beberapa penyebab utama genangan:

  • Drainase tidak mampu menampung debit air hujan.
  • Sedimentasi dan penyumbatan saluran tidak pernah dinormalisasi maksimal.
  • Struktur jalan tidak memiliki kemiringan ideal untuk mengalirkan air.
  • Ketinggian badan jalan kalah dari lingkungan sekitar.
  • Perbaikan dilakukan tanpa rekonstruksi menyeluruh.

Solusi yang Dinilai Mendesak

Pengamat infrastruktur menyebut, masalah ini tidak akan selesai tanpa langkah teknis permanen, antara lain:

✔ Rekonstruksi total saluran drainase dengan kapasitas besar.

✔ Peninggian badan jalan agar tidak menjadi titik cekungan.

✔ Pembuatan kemiringan jalan sesuai standar teknis nasional.

✔ Penggunaan material perkerasan tahan genangan (bukan tambalan biasa).

✔ Pemeliharaan rutin, bukan menunggu kerusakan parah.

Jika Dibiarkan, Dampaknya Lebih Luas

Genangan yang terus terjadi berpotensi:

  • Mempercepat kerusakan jalan dan membengkakkan anggaran perbaikan.
  • Meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
  • Menghambat jalur distribusi ekonomi kawasan Pantura.
  • Menurunkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan setiap hari hujan.

Harapan Publik: Jangan Tunggu Viral, Baru Bergerak

Warga berharap pemerintah tidak menunggu keluhan semakin meluas atau kejadian kecelakaan serius untuk bertindak. Jalan ini adalah jalur strategis provinsi, bukan sekadar akses lokal, sehingga penanganannya harus cepat, terencana, dan berkelanjutan.

Masyarakat meminta Gubernur Jawa Timur dan Bupati Pasuruan segera turun langsung melihat kondisi lapangan dan memastikan ada solusi permanen, bukan lagi tambal sulam yang terus berulang setiap tahun.(Red)

Leave a Reply