Jalan Kota Seperti Dikuasai Proyek! Truk PT Nindya Karya Bebas Lalu-Lalang, Warga Jadi Korban Ayik Suhaya Desak Wali Kota & Kadishub Jangan Tutup Mata, Jangan Sampai “Makan Gaji Buta”
Pasuruan,Kabar99news.com, —Aktivitas pengangkutan material proyek Sekolah Rakyat di kawasan Wironini, Kecamatan Purworejo, menuai sorotan setelah puluhan truk terlihat memadati Jalan Erlangga pada Selasa (24/02/2026) sore.
Armada bertonase besar tampak mengular panjang, memicu perlambatan lalu lintas serta menimbulkan debu dari material urug yang diangkut. Pengendara roda dua harus ekstra waspada karena ruang jalan menyempit akibat kendaraan proyek yang parkir dan keluar-masuk hampir tanpa jeda.
Warga menilai kondisi ini membuat jalan kota seolah berubah fungsi menjadi jalur logistik proyek. Selain mengganggu aktivitas harian, situasi tersebut juga menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan pengguna jalan dan kesehatan masyarakat sekitar.
Kritik keras disampaikan oleh Wakil Gubernur LIRA Jawa Timur. Ia menilai pemerintah daerah tidak boleh membiarkan kondisi ini berlarut-larut tanpa penataan yang jelas.
“Jangan sampai terkesan tutup mata melihat kenyataan di lapangan. Pemerintah itu digaji oleh rakyat untuk bekerja, bukan diam. Kalau tidak ada pengawasan dan penertiban, masyarakat bisa menilai ini seperti makan gaji buta,” tegasnya.
Ia meminta Dinas Perhubungan Kota Pasuruan segera mengambil langkah nyata, termasuk pengaturan jam operasional kendaraan proyek, pengawasan kelayakan angkutan, serta memastikan distribusi material tidak mengganggu ketertiban lalu lintas di dalam kota.
Menurutnya, pembangunan merupakan hal penting, namun harus tetap memperhatikan dampak sosial yang muncul. Tanpa pengelolaan yang baik, proyek yang seharusnya membawa manfaat justru dapat menimbulkan keresahan baru di tengah masyarakat.
Sejumlah tokoh pemuda setempat juga meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap manajemen lalu lintas proyek, termasuk kejelasan analisis dampak transportasi dan kesiapan pelaksana dalam mengendalikan aktivitas kendaraan berat.
Situasi ini menjadi pengingat bahwa pembangunan dan ketertiban kota harus berjalan beriringan. Penataan yang tegas dinilai menjadi kunci agar masyarakat tetap merasa aman dan nyaman beraktivitas di wilayah Kota Pasuruan.(Adf)

