Bocah 12 Tahun Tenggelam di Bekas Galian C Jeladri Ditemukan Tak Bernyawa Setelah Pencarian Semalaman
Pasuruan,Kabar99news.com, – Upaya pencarian terhadap seorang bocah yang dilaporkan tenggelam di bekas tambang galian C akhirnya membuahkan hasil. Tim gabungan berhasil menemukan korban pada Selasa (10/03/2026) pagi setelah dilakukan pencarian sejak sore hari sebelumnya.
Korban diketahui bernama Muhammad Sofa Alfian (12), warga Dusun Beringin, Desa Jeladri, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan. Ia sebelumnya dilaporkan tenggelam saat bermain di area bekas galian yang kini dipenuhi genangan air pada Senin (09/03/2026) sekitar pukul 15.00 WIB.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, saat kejadian korban tidak sendirian. Ia bermain bersama dua orang temannya di sekitar kubangan bekas galian C yang cukup dalam dan menyerupai kolam besar.
Kepala Desa Jeladri, Nur Tinggal, menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan teman korban, insiden bermula ketika sandal milik korban hanyut di genangan air tersebut.
“Korban diduga terpeleset saat hendak mengambil sandalnya yang hanyut. Karena tidak bisa berenang, korban langsung tenggelam,” jelasnya.
Situasi semakin panik ketika dua temannya yang berada di lokasi juga tidak bisa berenang. Karena ketakutan, keduanya memilih meninggalkan tempat kejadian tanpa segera melaporkan kepada orang tua maupun warga sekitar.
“Yang bermain ada tiga anak. Setelah kejadian, dua temannya langsung pergi karena panik dan takut,” tambahnya.
Peristiwa ini baru diketahui warga setelah keluarga korban mulai mencari keberadaannya. Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak desa dan petugas terkait.
Mendapat laporan itu, tim dari BPBD Kabupaten Pasuruan bersama relawan dan warga segera melakukan pencarian di lokasi. Proses pencarian dilakukan dengan menyisir seluruh genangan air bekas tambang menggunakan perahu karet.
Selain itu, beberapa penyelam juga diterjunkan untuk memeriksa bagian-bagian kubangan yang cukup dalam. Area bekas galian tersebut memang dikenal warga memiliki kedalaman yang tidak merata sehingga cukup berbahaya.
Setelah melakukan pencarian selama berjam-jam, jasad korban akhirnya ditemukan pada Selasa pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Petugas kemudian langsung mengevakuasi korban dari dalam air dan menyerahkannya kepada pihak keluarga.
Penemuan korban disambut haru oleh warga yang sejak awal ikut memantau proses pencarian. Mereka juga mengapresiasi kerja keras tim BPBD dan relawan yang tidak kenal lelah menyisir lokasi.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap bahaya bekas galian tambang yang dibiarkan terbuka dan dipenuhi air. Selain kedalamannya yang tidak diketahui, area tersebut juga sering menjadi tempat bermain anak-anak tanpa pengawasan.
Pemerintah desa pun mengimbau warga, khususnya para orang tua, untuk lebih memperhatikan aktivitas anak-anak agar tidak bermain di lokasi yang berpotensi membahayakan keselamatan.(Adf)

