Karhutla Gunung Ringgit dan Arjuno Meluas hingga Purwosari, Kapolres Pasuruan Pantau Titik Api Malam Hari
Pasuruan,Kabar99news.com,– Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Ringgit dan Gunung Arjuno–Welirang, Kabupaten Pasuruan, masih menjadi perhatian serius. Sejumlah titik api dilaporkan bertahan di beberapa blok kawasan pegunungan, bahkan kobaran api disebut telah meluas hingga wilayah Cendono, Kecamatan Purwosari.
Untuk memastikan perkembangan situasi, Kapolres Pasuruan AKBP Irawan Setyono, S.H., S.I.K., M.H., bersama jajaran pejabat utama (PJU) Polres Pasuruan turun langsung melakukan pemantauan pada Sabtu (17/10/2026) malam.
Pemantauan berlangsung sekitar pukul 21.30 hingga 22.30 WIB di Pos Penanganan Karhutla Hutan Cempaka, Desa Gamoh, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan.
Dalam kunjungan tersebut, Kapolres menerima laporan langsung dari petugas gabungan mengenai kondisi terkini kebakaran serta sejumlah titik yang masih terpantau memiliki api. Langkah ini dilakukan untuk mengetahui perkembangan penanganan di lapangan sekaligus mengantisipasi potensi meluasnya kebakaran.
Berdasarkan informasi petugas, titik api masih ditemukan di sejumlah lokasi di Gunung Ringgit, yakni Blok Curah Lumut, Anjat, Sawahan Kesek, dan Prangas.
Sementara di kawasan Gunung Arjuno, titik api dilaporkan berada di Blok Rangsang, Codo, Gumandar, Bulak, Putuk Bunder, Lembah Kijang, serta Banyu Kuning. Kebakaran juga dilaporkan meluas hingga kawasan Cendono, Kecamatan Purwosari.
Jaringan Pipa Air Ikut Terdampak
Dampak kebakaran tidak hanya mengancam kelestarian kawasan hutan, tetapi juga merusak sejumlah jaringan pipa air yang digunakan untuk mendukung distribusi air di wilayah terdampak.
Kerusakan tersebut menjadi perhatian karena dapat mengganggu sarana penyaluran air yang berada di kawasan sekitar kebakaran.
Polres Pasuruan terus berkoordinasi dengan petugas gabungan, TNI, pengelola Taman Hutan Raya (Tahura) R. Soerjo, serta para relawan untuk mendukung upaya penanganan karhutla.
Pemantauan secara berkelanjutan diperlukan guna mengetahui pergerakan titik api, mencegah kebakaran semakin meluas, serta mengurangi risiko kerusakan lingkungan dan dampak terhadap masyarakat sekitar.
Dalam penanganan di kawasan pegunungan, keselamatan personel juga menjadi hal penting yang harus diperhatikan. Kondisi medan dan perkembangan api menuntut seluruh petugas bekerja secara terkoordinasi serta mengutamakan prosedur keselamatan.
Sinergi seluruh unsur yang terlibat diharapkan dapat mempercepat penanganan kebakaran dan menekan dampak yang ditimbulkan, sehingga kawasan hutan Gunung Ringgit dan Gunung Arjuno–Welirang dapat segera terbebas dari ancaman karhutla.(Adf)

