DESA REMBANG TERKEPUNG SAMPAH: WARGA TERCEKIK BAU BUSUK, KINERJA PEMERINTAH DESA DIPERTANYAKAN
Pasuruan,Kabar99news.com, – Kondisi lingkungan di Desa Rembang, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, kini memantik keprihatinan serius. Tumpukan sampah liar yang menggunung di dekat permukiman warga berubah menjadi persoalan lingkungan yang kian mengkhawatirkan.
Sampah yang diduga berasal dari aktivitas pasar serta kiriman dari luar desa tersebut dibiarkan menumpuk tanpa sistem pengelolaan yang jelas. Ironisnya, sebagian sampah bahkan dibakar secara terbuka, sehingga asap pekat menyelimuti area permukiman dan masuk hingga ke dalam rumah warga.
Aroma busuk yang menyengat disebut warga muncul hampir setiap hari. Saat hujan turun, bau tersebut justru semakin tajam, menciptakan kondisi lingkungan yang tidak sehat dan berpotensi memicu berbagai penyakit.
“Setiap hari kami menghirup bau sampah. Kalau dibakar, asapnya masuk ke rumah. Anak-anak sampai batuk-batuk. Ini sudah sangat mengganggu,” ujar salah seorang warga yang rumahnya berada tidak jauh dari lokasi penumpukan sampah.
Dari pantauan di lapangan, sampah yang menumpuk terdiri dari campuran limbah rumah tangga, sisa-sisa pasar, plastik, hingga berbagai jenis sampah anorganik yang berserakan luas. Tanpa pengelolaan yang terstruktur, kawasan tersebut perlahan berubah menjadi tempat pembuangan liar yang terus meluas tanpa kendali.
Kondisi ini pun memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat mengenai kinerja pemerintah desa dalam menangani persoalan lingkungan. Nama Kepala Desa Rembang, Haji Yani, ikut menjadi sorotan publik lantaran hingga kini belum terlihat langkah konkret untuk mengatasi masalah tersebut.
Bagi warga, persoalan sampah ini bukan lagi sekadar gangguan biasa. Mereka menilai situasi yang terjadi sudah masuk kategori darurat lingkungan yang membutuhkan tindakan cepat dan tegas dari pemerintah desa.
“Kami tidak butuh janji. Kami butuh solusi nyata. Pemerintah desa harus segera bertindak sebelum dampaknya semakin luas,” tegas warga lainnya.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, masyarakat khawatir akan muncul dampak yang lebih serius, mulai dari krisis kesehatan, pencemaran lingkungan yang semakin parah, hingga potensi konflik sosial akibat keresahan warga yang terus meningkat.
Kini, warga Desa Rembang menunggu langkah nyata dari pemerintah desa: apakah masalah ini akan segera ditangani dengan serius, atau justru dibiarkan hingga semakin menjadi-jadi.(Adf)

